Batik Khas Papua Selatan Hadirkan Kearifan Lokal lewat Motif Rumah Semut dan Rusa
- 26 Jun 2026 16:27 WIB
- Manokwari
RRI.CO.ID, Manokwari – Pameran Budaya dalam rangka Pesparawi Nasional XIV di Manokwari yang digelar 22-28 Juni 2026 menjadi ajang promosi berbagai produk unggulan dari daerah peserta. Salah satu yang menarik perhatian pengunjung adalah stan Kontingen Papua Selatan yang menampilkan beragam produk kerajinan khas Merauke.
Pemilik Kalimaro Collection, Anna Kaize, mengatakan pihaknya membawa sejumlah produk unggulan hasil karya pelaku UMKM Papua Selatan, khususnya dari Kabupaten Merauke. Produk yang dipamerkan antara lain kain batik bermotif khas Papua Selatan, jaket, blazer, kemeja, gaun, syal, hingga berbagai produk kerajinan lainnya.
| Baca juga: Koneksi di Ujung Jari Pelni Mobile |
Selain produk fesyen, stan Papua Selatan juga menampilkan hasil karya UMKM lain berupa dompet kulit buaya dan noken khas Papua. Menurut Anna, keikutsertaan dalam pameran ini menjadi kesempatan untuk memperkenalkan kekayaan budaya dan kreativitas masyarakat Papua Selatan kepada peserta maupun pengunjung dari berbagai daerah di Indonesia.
Anna menjelaskan, seluruh kain batik yang dipamerkan merupakan hasil produksi Kalimaro Collection yang dikerjakan langsung oleh pengrajin lokal di Merauke. Kehadiran batik tersebut sekaligus menunjukkan bahwa masyarakat asli Papua juga mampu menghasilkan karya batik berkualitas yang memiliki ciri khas tersendiri.
“Pengrajinnya orang asli Papua, khususnya dari suku Marind. Kami ingin menunjukkan bahwa masyarakat Papua juga bisa membuat batik dengan identitas budaya yang kuat dan memiliki nilai jual,” ujarnya.
Menurut Anna, keunikan batik Merauke terletak pada penggunaan motif-motif yang terinspirasi dari kekayaan alam dan budaya Papua Selatan. Jika selama ini batik Papua identik dengan motif burung cenderawasih atau tifa, Kalimaro Collection menghadirkan motif yang lebih spesifik, seperti rusa yang menjadi ikon Merauke serta rumah semut yang banyak ditemukan di wilayah Papua Selatan.
Ia mengakui bahwa salah satu tantangan terbesar yang dihadapi dalam mengembangkan usaha batik lokal adalah membangun kepercayaan masyarakat. Banyak orang masih beranggapan bahwa batik hanya dibuat oleh pengrajin dari daerah lain di Indonesia, sehingga diperlukan upaya lebih untuk memperkenalkan karya batik yang dibuat langsung oleh orang asli Papua.
Keikutsertaan dalam Pameran Budaya Pesparawi Nasional XIV juga dimanfaatkan Anna untuk memperluas jaringan pemasaran produknya. Ia berharap produk-produk unggulan Papua Selatan, termasuk batik khas Merauke dan olahan pangan seperti dendeng rusa, dapat dikenal lebih luas dan menjangkau pasar di berbagai daerah, termasuk Papua Barat. Menurutnya, Pesparawi tidak hanya menjadi ajang pelayanan iman, tetapi juga ruang strategis untuk mempromosikan potensi ekonomi kreatif daerah kepada masyarakat nasional.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....