MTQ XXXI NTT Resmi Digelar di Nagekeo

  • 25 Jun 2026 08:19 WIB
  •  Ende

RRI.CO.ID, Nagekeo – Musabaqah Tilawatil Qur'an (MTQ) ke-XXXI Tingkat Provinsi Nusa Tenggara Timur Tahun 2026 resmi dibuka di Kota Mbay, Kabupaten Nagekeo, Selasa, 23 Juni 2026. Acara pembukaan dipusatkan di Masjid Baiturrahman Mbay dan diikuti kafilah dari 22 kabupaten dan kota se-NTT.

Pembukaan MTQ dihadiri sejumlah tokoh penting, di antaranya Ketua DPRD NTT Emi Nomleni, Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) NTT, Uskup Agung Ende, Ketua Sinode GMIT NTT, anggota DPR RI, para bupati dan wali kota, serta tamu undangan lainnya. Kehadiran berbagai unsur lintas agama dan pemerintah mencerminkan kuatnya semangat toleransi dan kerukunan yang tumbuh di Nusa Tenggara Timur.

Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena membuka kegiatan tersebut secara virtual. Dalam sambutannya, ia berharap MTQ mampu melahirkan generasi Qurani yang tidak hanya fasih membaca Al-Qur'an, tetapi juga mampu mengamalkan nilai-nilai yang terkandung di dalamnya.

"Melalui MTQ ini kita berharap lahir generasi yang beriman, cerdas, santun, peduli, serta siap menjadi bagian dari pembangunan daerah di Nusa Tenggara Timur," ujar Melki Laka Lena.

Gubernur juga mengajak seluruh peserta menjadikan MTQ sebagai momentum untuk memperkuat iman dan memperdalam kecintaan terhadap Al-Qur'an. Selain itu, kegiatan tersebut diharapkan semakin mempererat persaudaraan di tengah keberagaman masyarakat NTT.

Pesan kerukunan turut disampaikan Uskup Agung Ende Mgr. Paulus Budi Kleden, SVD yang mengajak seluruh umat beragama semakin mencintai dan mengamalkan kitab suci masing-masing. Menurutnya, nilai-nilai keagamaan yang dijalankan dengan baik akan memperkuat persaudaraan serta harmoni sosial di tengah masyarakat.

"Kiranya melalui kegiatan ini kita semakin mengenal, mencintai, dan mengamalkan kitab suci masing-masing agama serta terus mempererat tali persaudaraan di antara sesama," kata Mgr. Paulus Budi Kleden.

Pesan serupa juga disampaikan Ketua Sinode GMIT NTT Pendeta Samuel Pandie yang menekankan pentingnya menjaga kerukunan dalam kehidupan bermasyarakat. Ia menyebut kehadiran tokoh lintas agama dalam pembukaan MTQ menjadi bukti nyata komitmen bersama dalam merawat persaudaraan dan toleransi di Nusa Tenggara Timur.

MTQ ke-XXXI Provinsi NTT diharapkan menjadi ruang penguatan nilai-nilai religius sekaligus memperkokoh persatuan masyarakat. Kegiatan tersebut juga menjadi simbol bahwa keberagaman dapat menjadi kekuatan dalam membangun Nusa Tenggara Timur yang damai dan harmonis.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....