Asosiasi Sopir Soroti Antrean Panjang di Pelabuhan Ketapang

  • 24 Jun 2026 14:33 WIB
  •  Jember

RRI.CO.ID, Banyuwangi - Asosiasi Sopir Logistik Indonesia (ASLI) menyoroti antrean panjang kendaraan menuju Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi, yang kembali terjadi dalam beberapa hari terakhir. Kondisi tersebut dinilai berdampak langsung terhadap distribusi logistik serta meningkatkan biaya operasional para pengemudi.

Ketua ASLI, Slamet Barokah, mengatakan antrean kendaraan yang mengular menuju Pelabuhan Ketapang kini semakin sulit diprediksi. Jika sebelumnya waktu penyeberangan dapat diperkirakan hanya sekitar satu hingga dua jam, kini sopir kerap harus menunggu hingga sehari semalam.

“Kalau dulu, waktu menyebrang bisa diestimasi pasti sekitar satu jam, maksimal dua jam. Sekarang tidak pasti, bisa sehari semalam,” kata Slamet, Rabu 24 Juni 2026.

Menurut Slamet, kemacetan tidak lagi terjadi pada momen tertentu seperti musim liburan atau hari besar keagamaan. Dalam beberapa waktu terakhir, antrean kendaraan logistik menuju pelabuhan kerap terjadi dan berdampak pada kelancaran distribusi barang dari Pulau Jawa ke Bali.

Ia menilai peningkatan volume kendaraan yang menyeberang tidak diimbangi dengan kapasitas sarana penyeberangan yang memadai. Akibatnya, proses bongkar muat kapal dan pergerakan kendaraan menuju pelabuhan menjadi lebih lambat.

“Distribusi logistik menjadi terganggu karena waktu tempuh tidak bisa diprediksi. Ini tentu berpengaruh terhadap biaya operasional dan jadwal pengiriman barang,” ujar Slamet.

Slamet menjelaskan, para sopir harus menanggung berbagai biaya tambahan selama mengantre. Mulai dari kebutuhan makan, bahan bakar, hingga biaya operasional kendaraan yang terus berjalan meski kendaraan tidak bergerak.

Selain itu, keterlambatan pengiriman juga berpotensi memengaruhi aktivitas usaha yang bergantung pada kelancaran distribusi barang antarpulau.

Untuk mengatasi persoalan tersebut, ASLI mendorong adanya peningkatan kapasitas sarana penyeberangan di lintasan Ketapang-Gilimanuk. Salah satu yang menjadi perhatian adalah ketimpangan jumlah dermaga antara kedua pelabuhan.

ASLI berharap pemerintah dan operator penyeberangan dapat segera menghadirkan solusi jangka panjang agar antrean kendaraan tidak terus berulang. Mengingat lintasan Ketapang-Gilimanuk merupakan salah satu jalur utama distribusi logistik yang menghubungkan Pulau Jawa dan Bali.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....