Antrean Kendaraan ke Ketapang Mengular hingga 5 Kilometer
- 23 Jun 2026 11:15 WIB
- Jember
RRI.CO.ID, Banyuwangi - Antrean kendaraan menuju Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi, kembali mengular hingga sekitar 5 kilometer. Antrean yang didominasi kendaraan logistik tersebut dipicu peningkatan volume kendaraan dan cuaca buruk di Selat Bali.
Berdasarkan pantauan RRI, Selsa 23 Juni 2026 antrean kendaraan memanjang hingga kawasan Terminal Sritanjung Banyuwangi. Kendaraan yang hendak menyeberang ke Bali tampak bergerak perlahan menuju Pelabuhan Ketapang.
General Manager ASDP Ketapang, Arief Eko, mengatakan antrean mulai terjadi sejak Minggu siang, 21 Juni 2026. Selain kendaraan logistik, peningkatan jumlah kendaraan pribadi, bus, dan sepeda motor turut menyebabkan kepadatan di jalur menuju pelabuhan.
“Dari hari Minggu siang sampai malam hari dan berlanjut hingga hari ini terjadi lonjakan kendaraan. Kondisi itu berdampak pada munculnya antrean di kawasan pelabuhan,” ujar Arief, Selasa, 23 Juni 2026.
Menurut Arief, volume kendaraan yang menyeberang melalui lintasan Ketapang-Gilimanuk meningkat sekitar 21 persen dibanding hari sebelumnya. Jumlah kendaraan tercatat naik dari sekitar 7.000 unit menjadi 9.600 unit dalam sehari.
“Kalau untuk keseluruhan totalnya itu peningkatan kendaraan mencapai 21 persen. Jadi dari 7.000 unit hari sebelumnya menjadi 9.600 unit pada hari Minggu,” tutur Arief.
Untuk mengurangi kepadatan, ASDP berkoordinasi dengan Polresta Banyuwangi melakukan rekayasa lalu lintas. Kendaraan yang keluar dari Pelabuhan Ketapang diarahkan ke jalur selatan, sementara truk diarahkan terlebih dahulu ke kantong parkir Bulusan sebelum masuk ke area pelabuhan.
Selain lonjakan kendaraan, cuaca buruk di Selat Bali turut memengaruhi kelancaran operasional penyeberangan. Arus laut yang deras dan gelombang tinggi menyebabkan sejumlah kapal mengalami gagal sandar di Pelabuhan Ketapang.
“Hal itu mempengaruhi waktu bongkar muat kendaraan dan berdampak pada antrean kendaraan yang semakin panjang,” kata Arief.
Sementara itu, salah seorang sopir truk, Lukman, mengaku terjebak antrean sejak pukul 06.00 WIB di kawasan Watudodol. Hingga siang hari, truk yang membawa pakan ternak dari Surabaya menuju Bali itu belum juga masuk ke kantong parkir pelabuhan.
“Ini masih mau masuk kantong parkir,” ujar Lukman.
Ia mengaku antrean panjang menuju Pelabuhan Ketapang kerap terjadi dan berdampak pada biaya operasional para sopir. Selain waktu tempuh yang lebih lama, mereka harus mengeluarkan biaya tambahan untuk kebutuhan sehari-hari selama menunggu giliran menyeberang.
“Kalau sehari saja bisa nambah Rp150 ribu untuk makan dan rokok,” ucap Lukman.
Menurut Lukman, dalam kondisi normal dirinya dapat melakukan dua kali pengiriman barang dari Surabaya ke Bali dalam satu pekan. Namun akibat antrean yang berkepanjangan, frekuensi pengiriman menurun drastis.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....