Muhammadiyah Kaltim: 1 Muharram Saatnya Hijrah di Tengah Banjir Konten Digital
- 15 Jun 2026 14:41 WIB
- Samarinda
RRI.CO.ID, Samarinda- Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 Hijriah menjadi momentum penting bagi umat Islam untuk melakukan refleksi diri di tengah perubahan zaman yang semakin cepat. Di era digital saat ini, tantangan hijrah tidak lagi sebatas berpindah tempat seperti yang dilakukan Nabi Muhammad Saw, tetapi juga berpindah dari kebiasaan buruk menuju kehidupan yang lebih baik.
Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Kalimantan Timur, KH Muhammad Jafron, menilai makna hijrah justru semakin relevan bagi generasi muda yang tumbuh dalam arus informasi tanpa batas. Menurutnya, 1 Muharram harus menjadi pengingat bagi setiap individu untuk melakukan evaluasi diri sekaligus memperbaiki kualitas kehidupan sosial dan keagamaan.
“Momentum yang paling tepat untuk umat Islam di era digital ini adalah melakukan evaluasi diri tentang kelemahan dan kekurangan kita secara individu. Bagaimana kita melihat diri kita agar kemudian berubah menjadi semakin baik,” ujarnya kepada rri.co.id, Senin, 15 Juni 2026.
Peristiwa hijrah Nabi Muhammad Saw dari Makkah ke Madinah lebih dari 14 abad lalu bukan hanya menjadi tonggak sejarah lahirnya peradaban Islam, tetapi juga simbol perubahan menuju kehidupan yang lebih bermartabat. Semangat itulah yang menurut KH Jafron perlu dihidupkan kembali dalam kehidupan masyarakat modern.
Ia melihat generasi muda saat ini menghadapi tantangan yang berbeda dibanding generasi sebelumnya. Kehadiran media sosial dan teknologi digital memberikan banyak manfaat, namun di sisi lain juga menghadirkan risiko jika tidak diimbangi dengan penguatan nilai-nilai moral dan keagamaan.
Karena itu, ia mendorong seluruh elemen masyarakat, termasuk organisasi kemasyarakatan dan tokoh agama, untuk memperluas metode dakwah dengan memanfaatkan ruang digital yang kini menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari anak muda.
“Dakwah kita harus diperluas, tidak hanya di atas mimbar. Kita harus memanfaatkan media sosial untuk dakwah digital. Konten-konten anak muda harus kita isi dengan nilai-nilai yang mencerahkan,” katanya.
Menurut Jafron, ruang digital saat ini menjadi medan baru dalam membentuk karakter generasi muda. Jika ruang tersebut tidak diisi dengan konten yang mendidik, maka generasi muda berpotensi kehilangan arah dan semakin jauh dari nilai-nilai yang dicontohkan Rasulullah Saw.
Ia menegaskan bahwa dakwah digital bukan sekadar menyampaikan ceramah melalui internet, melainkan menghadirkan konten yang mampu menjawab persoalan generasi muda, mulai dari krisis identitas, pergaulan, hingga tantangan moral yang muncul akibat perkembangan teknologi.
Menjelang 1 Muharram, PWM Kalimantan Timur juga mengajak masyarakat menjadikan tahun baru Islam sebagai momentum memperkuat kebersamaan, meningkatkan amal kebaikan, serta mendukung terciptanya kehidupan berbangsa yang lebih baik.
“Mari kita sambut Muharram dengan muhasabah, dengan perenungan diri agar kembali kepada makna hijrah yang sebenarnya. Hijrah menjadi orang yang lebih sadar diri, lebih baik dalam beragama, dan lebih bermanfaat bagi masyarakat,” ucapnya.
Selain memperbanyak amal saleh, masyarakat juga diingatkan untuk menjauhi berbagai bentuk kemaksiatan. Muharram merupakan salah satu bulan yang dimuliakan dalam Islam, sehingga setiap amal kebaikan memiliki nilai yang besar, begitu pula perbuatan buruk yang harus dihindari.
Di tengah derasnya perkembangan teknologi dan perubahan sosial, pesan hijrah yang diwariskan Rasulullah SAW tetap memiliki makna yang sama, yakni keberanian untuk berubah menjadi lebih baik. Bagi masyarakat Kalimantan Timur, Tahun Baru Islam tidak hanya menjadi penanda pergantian kalender, tetapi juga kesempatan untuk membangun pribadi, keluarga, dan lingkungan yang lebih berkualitas menuju masa depan yang lebih baik.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....