PMI Sanggau Terapkan Tarif Baru Demi Keamanan Darah Pasien

  • 11 Jun 2026 17:00 WIB
  •  Entikong

RRI.CO.ID,Entikong - Masyarakat Kabupaten Sanggau yang membutuhkan layanan transfusi darah kini menghadapi penyesuaian biaya pengolahan darah yang mulai berlaku sejak 1 Juni 2026. Kebijakan yang diterapkan PMI Kabupaten Sanggau tersebut dilakukan untuk mendukung peningkatan kualitas, keamanan, dan standar pelayanan darah bagi pasien.

“Per 1 Juni 2026 biaya pengganti pengolahan darah di PMI Sanggau naik dari Rp360 ribu menjadi Rp490 ribu per kantong darah. Penyesuaian ini dilakukan karena adanya penggunaan teknologi medis yang lebih mutakhir untuk meningkatkan kualitas dan keamanan darah yang disalurkan kepada pasien,” kata Kepala Unit Donor Darah PMI Kabupaten Sanggau, dr. Yuliana Yuli Exlasia, dalam Dialog RRI Sanggau Menyapa, Kamis 11 Juni 2026.

Ia menjelaskan, kenaikan biaya tersebut bukan merupakan tarif pembelian darah, melainkan biaya pengganti proses pengolahan yang mencakup pemeriksaan, penyimpanan, hingga pendistribusian darah sesuai standar kesehatan. Langkah ini dilakukan untuk mendukung penerapan teknologi dan peralatan medis yang lebih modern dalam pelayanan transfusi darah.

“Penggunaan teknologi yang lebih canggih membutuhkan dukungan biaya operasional yang lebih besar, namun tujuannya agar darah yang diberikan kepada pasien memiliki kualitas dan tingkat keamanan yang semakin baik. Kami ingin memastikan setiap darah yang disalurkan telah melalui proses yang sesuai standar,” ujarnya.

Sebelum kebijakan baru diberlakukan kata Yuli, PMI Kabupaten Sanggau telah melakukan sosialisasi kepada seluruh puskesmas dan fasilitas kesehatan di wilayah Kabupaten Sanggau. Informasi tersebut juga disampaikan kepada tenaga kesehatan agar dapat memberikan penjelasan yang jelas kepada masyarakat yang membutuhkan layanan darah.

“Kami telah berkoordinasi dengan puskesmas dan tenaga kesehatan di seluruh wilayah Kabupaten Sanggau sehingga masyarakat dapat memperoleh informasi yang akurat terkait kebijakan baru ini. Dengan sosialisasi yang dilakukan lebih awal, kami berharap proses pelayanan tetap berjalan lancar dan masyarakat memahami alasan penyesuaian biaya tersebut,” ungkapnya.

Yuli menegaskan bahwa penyesuaian biaya pengganti pengolahan darah tidak akan mengurangi komitmen dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. Melalui penerapan teknologi medis yang lebih modern, PMI berharap dapat meningkatkan efektivitas pelayanan, menjaga ketersediaan darah yang aman dan berkualitas, serta mendukung peningkatan mutu layanan kesehatan di Kabupaten Sanggau.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....