Siswi Meninggal Akibat Rabies, DPRD Nagekeo Desak Langkah Konkret Pemda
- 10 Jun 2026 19:14 WIB
- Ende
RRI.CO.ID, Nagekeo – Sekretaris Komisi II DPRD Kabupaten Nagekeo dari Fraksi Perindo, Kosmas Lawa Bagho, S.Fil., M.M., meminta Pemerintah Kabupaten Nagekeo memberikan perhatian serius terhadap kasus kematian seorang siswi SMPK Kotagoa, Kecamatan Boawae, yang didiagnosis positif rabies. Pernyataan tersebut disampaikan kepada RRI pada Selasa, 9 Juni 2026.
Kosmas menyampaikan duka cita mendalam atas meninggalnya Yohana Clarisa Mowa yang berdasarkan informasi mengalami gigitan hewan penular rabies (HPR) pada Februari 2026 dan kemudian dinyatakan positif rabies.
Menurutnya, kasus tersebut harus menjadi perhatian bersama antara DPRD dan pemerintah daerah karena menunjukkan masih adanya ancaman rabies yang dapat berujung pada korban jiwa apabila tidak ditangani secara cepat dan menyeluruh.
Ia mengungkapkan persoalan tersebut juga telah menjadi perhatian Fraksi Perindo dalam pemandangan umum fraksi-fraksi DPRD Kabupaten Nagekeo. Fraksi Perindo meminta pemerintah daerah memberikan penjelasan sekaligus langkah konkret yang telah dan akan dilakukan guna mencegah kasus serupa terulang kembali.
Kosmas menilai masyarakat perlu meningkatkan kesadaran dalam memelihara hewan yang berpotensi menularkan rabies, terutama melalui pemberian vaksinasi secara rutin sesuai standar kesehatan hewan.
Selain itu, ia mendorong instansi terkait, baik di bidang kesehatan hewan maupun kesehatan manusia, untuk terus menggencarkan edukasi kepada masyarakat mengenai bahaya rabies, langkah pencegahan, serta tata cara penanganan awal apabila terjadi gigitan hewan penular rabies.
"Materi tentang rabies juga perlu disampaikan secara berkelanjutan dalam berbagai kegiatan pelayanan kesehatan masyarakat, termasuk kegiatan posyandu, agar pemahaman masyarakat semakin meningkat," ujarnya.
Kosmas juga mengimbau masyarakat agar segera melapor kepada pemerintah desa maupun fasilitas kesehatan terdekat apabila mengalami gigitan anjing, kucing, atau hewan lain yang berpotensi menularkan rabies. Menurutnya, penanganan medis sedini mungkin sangat penting untuk mencegah risiko infeksi yang dapat berakibat fatal.
Ia berharap penguatan edukasi, vaksinasi hewan, serta koordinasi lintas sektor dapat menjadi langkah efektif dalam menekan penyebaran rabies dan melindungi masyarakat dari ancaman penyakit tersebut.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....