Pertamax Naik Rp17 Ribu, Antrean SPBU di Tarakan Masih Normal
- 10 Jun 2026 18:59 WIB
- Tarakan
RRI.CO.ID, Tarakan - Hari pertama penerapan harga baru Pertamax, Rabu (10/6/2026), situasi di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Gunung Lingkas, Tarakan dan beberapa tempat lainnya terpantau normal. Tidak terlihat antrean panjang atau panic buying.
Pertamina Patra Niaga telah melakukan penyesuaian harga jual BBM non subsidi untuk produk Pertamax. Sebelumnya Rp12.300/liter menjadi Rp16.250/liter. Harga dapat berbeda di setiap provinsi. Di Kalimantan Utara (Kaltara), dari Rp12. 900/liter, menjadi Rp17.000/liter.
Kenaikan itu juga sudah diberlakukan SPBU Gunung Lingkas. Hal itu diakui Pengawas SPBU Gunung Lingkas, Eko Sarwoko.
Kenaiikan ini sempat membuat pelanggan Pertamax kaget. Meski demikian konsumen tetap membeli karena lebih memikirkan kualitas BBM daripada selisih harga. "Jadi kenaikan harga Pertamax dari Rp12.300/liter menjadi rp17.000/liter. Berarti ada kenaikan Ro4.100," ujarnya.
“Hari pertama ini antrean masih normal. Konsumen yang pakai Pertamax memang beda. Mereka mikir kualitas, bukan cuma harga. Jadi walaupun naik, yang sudah biasa pakai Pertamax tetap isi Pertamax,” imbuh Eko kepada awak media.
Menurutnya, konsumen setia sudah terbiasa dengan Pertamax dan menolak dicampur Pertalite. “Mereka tanya terus, ‘Mas ini dicampur nggak?’ Saya jawab nggak. Karena kalau dicampur, rasanya beda. Mesin lebih cepat panas. Yang sudah biasa Pertamax, begitu dicampur Pertalite, pasti kerasa,” jelasnya.
Loyalitas itu karena efek ke mesin. Pertamax dinilai lebih bersih pembakarannya. Makanya konsumen rela bayar lebih mahal asal mesin aman.
SPBU Gunung Lingkas sendiri bisa menghabiskan Pertamax 2-3 ribu kilo liter/hari. Jumlah itu masih kecil dari pertalite yang mencapai 15 ribu kilo liter/hari.
Kondisi ini sesuai jumlah konsumen kedua BBM tersebut. Konsumen Pertamax lebih sedikit dibandingkan Pertalite. Dengan konsumsi harian Pertamax yang jauh lebih kecil dibanding Pertalite, Eko optimistis stok aman selama distribusi lancar.
Ia mengimbau warga tidak terpengaruh isu dan tetap antre tertib. Petugas juga siaga mengawasi transaksi untuk mencegah praktik nakal.
Sementara itu untuk harga Pertalite sendiri dipastikan tidak mengalami kenaikan. Di SPBU Gunung Lingkas masih dijual Rp10 ribu/liter. (Rajab)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....