DKP3 Balikpapan Ungkap Pentingnya Pantai Alami bagi Kelangsungan Penyu

  • 10 Jun 2026 14:55 WIB
  •  Samarinda

RRI.CO.ID, Balikpapan - Perairan Kota Balikpapan memiliki nilai ekologis yang tinggi karena menjadi habitat bagi tiga spesies penyu yang dilindungi. Fakta tersebut kembali mengemuka dalam kegiatan pelepasliaran 80 ekor tukik penyu lekang di kawasan Pantai Damba Enggang Borneo (DEB), Balikpapan Selatan, yang menjadi salah satu lokasi peneluran alami penyu di daerah tersebut.

Pengawas Perikanan Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan (DKP3) Kota Balikpapan, Hery Saputro, menjelaskan wilayah perairan Balikpapan menjadi rumah bagi tiga jenis penyu, yakni penyu lekang (Lepidochelys olivacea), penyu hijau (Chelonia mydas), dan penyu sisik (Eretmochelys imbricata). Keberadaan ketiga spesies ini menunjukkan ekosistem laut dan pesisir Balikpapan masih memiliki kualitas lingkungan yang mendukung kehidupan satwa langka tersebut.

Menurut Hery, seluruh spesies penyu tersebut masuk dalam daftar Apendiks I Convention on International Trade in Endangered Species of Wild Fauna and Flora (CITES). Status itu menegaskan seluruh jenis penyu tersebut tidak boleh diperdagangkan secara internasional karena populasinya memerlukan perlindungan ketat dari ancaman kepunahan.

Dari sisi status konservasi global, kondisi masing-masing spesies juga memerlukan perhatian serius. Penyu lekang berstatus rentan (vulnerable), penyu hijau terancam punah (endangered), sementara penyu sisik masuk kategori kritis (critically endangered) karena populasinya terus mengalami penurunan di berbagai wilayah dunia.

Hery menjelaskan penyu memiliki fungsi ekologis yang sangat penting bagi keberlangsungan ekosistem laut. "Kehadiran penyu membantu mengendalikan populasi ubur-ubur, menjaga keseimbangan terumbu karang dari dominasi organisme tertentu, serta berperan dalam menjaga kesuburan padang lamun yang menjadi habitat berbagai biota laut," ujarnya, Senin 8 Juni 2026.

Namun demikian, keberadaan penyu saat ini menghadapi berbagai ancaman yang berasal dari aktivitas manusia. Selain pencemaran laut dan praktik penangkapan ikan yang tidak ramah lingkungan, hilangnya kawasan pantai alami akibat pembangunan infrastruktur pesisir dan reklamasi menjadi ancaman serius bagi keberlangsungan habitat peneluran penyu.

“Kalau sudah ada proyek reklamasi, disemen, dipasang barikade atau pelindung pantai buatan, penyu tidak akan mau naik lagi. Mereka hanya mau bertelur jika kondisi pantai dibiarkan alami,” kata Hery.

DKP3 Kota Balikpapan mencatat sedikitnya 65 ekor penyu telah berhasil diselamatkan di perairan Balikpapan dalam beberapa tahun terakhir. Data tersebut didominasi oleh penyu lekang, disusul penyu hijau dan penyu sisik yang jumlah temuannya lebih sedikit.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....