Hari Pertama 2.086 Pencari Kerja Padati JMF Pemkot Balikpapan

  • 15 Jul 2026 07:35 WIB
  •  Samarinda

RRI.CO.ID,Balikpapan - Pemerintah Kota Balikpapan resmi membuka Job Market Fair (JMF) 2026 yang berlangsung selama dua hari, mulai 14 hingga 15 Juli 2026 pukul 08.00–16.00 WITA. Acara yang diinisiasi oleh Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) Kota Balikpapan ini menggandeng 86 perusahaan terkemuka.

Sebanyak 2.079 lowongan kerja dari 69 jenis jabatan tersedia bagi para pencari kerja. Pada hari pertama pelaksanaan, antusiasme masyarakat sangat tinggi dengan tercatatnya 2.086 pencari kerja yang telah melakukan registrasi resmi.

Mengurangi Kesenjangan dan Mempercepat Rekrutmen

Kepala Disnaker Kota Balikpapan, Adamin Siregar, menjelaskan bahwa agenda tahunan ini bertujuan memangkas jarak antara pencari kerja dan dunia usaha.

"Tujuan utama penyelenggaraan Job Market Fair Kota Balikpapan Tahun 2026 adalah mempertemukan secara langsung pencari kerja dengan dunia usaha. Dengan demikian, proses rekrutmen dapat berlangsung lebih cepat, mudah, dan transparan," ujar Adamin.

Selain menjadi jembatan rekrutmen, JMF 2026 mengusung misi strategis berupa mem0erluas kesempatan kerja bagi masyarakat lokal di sektor formal, membantu perusahaan mendapatkan tenaga kerja yang kompeten dan sesuai kebutuhan. Memangkas kesenjangan informasi antara pencari dan pemberi kerja. Memperkuat kolaborasi lintas sektor, mulai dari Pemkot Balikpapan, dunia usaha, BPJS Ketenagakerjaan, BPJS Kesehatan, perguruan tinggi, Bursa Kerja Khusus (BKK), hingga lembaga pelatihan kerja.

Lebih dari Sekadar Pameran Lowongan Kerja

JMF 2026 juga menjadi bagian dari transformasi pelayanan ketenagakerjaan yang berbasis kebutuhan industri. Selain melamar pekerjaan, pengunjung dapat mengakses berbagai layanan gratis dari Disnaker, diantaranya pembuatan kartu pencari kerja (AK-1), Konsultasi penempatan kerja, Informasi program pelatihan kerja dan layanan konsultasi ketenagakerjaan. Lainnya.

Target Penyerapan Tenaga Kerja Meningkat

Berkaca pada evaluasi tahun lalu, tingkat penyerapan tenaga kerja melalui JMF berada di angka 40 persen. Tahun ini, Disnaker optimistis angka tersebut dapat melonjak hingga di atas 50 persen.

"Jika tersedia sekitar 2.000 lowongan, kami berharap minimal 1.000 tenaga kerja dapat terserap," ungkap Adamin.

Ia mengakui ada beberapa kendala klasik yang membuat penyerapan belum maksimal pada tahun-tahun sebelumnya. Faktor tersebut meliputi minimnya minat pada lowongan tertentu, ketidaksesuaian kualifikasi pendidikan, serta kurangnya pengalaman dan keterampilan yang disyaratkan perusahaan. Untuk mengatasi hal ini, Pemkot Balikpapan terus menggenjot program pelatihan dan pemagangan setiap tahun.

Melalui JMF 2026, Pemerintah Kota Balikpapan berharap ada dampak nyata terhadap peningkatan kesejahteraan warga lokal, sekaligus menyokong pertumbuhan ekonomi daerah serta menyukseskan pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN).

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....