Dinsos P3AKB Sanggau Dorong Orang Tua Cegah Anak Kecanduan Media Sosial

  • 10 Jun 2026 10:53 WIB
  •  Entikong

RRI.CO.ID, EntikongDinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Keluarga Berencana (P3AKB) Kabupaten Sanggau mendorong peran aktif orang tua dalam mencegah kecanduan media sosial pada anak. Langkah tersebut dinilai penting untuk mengurangi dampak negatif perkembangan teknologi digital terhadap generasi muda.

Kepala Bidang Perlindungan Anak Dinsos P3AKB Kabupaten Sanggau, Titin Sumarni, mengatakan pengawasan dan pendampingan anak tidak dapat dilakukan oleh satu pihak saja. Menurutnya, orang tua, anak, dan tenaga pendidik harus membangun kolaborasi untuk menciptakan penggunaan media sosial yang sehat dan bertanggung jawab.

“Orang tua, anak, dan tenaga pendidik harus berkolaborasi untuk mendidik anak terkait dampak negatif media sosial. Karena kalau kita melihat kondisi yang terjadi sekarang sangat miris,” kata Titin Sumarni dalam Dialog Sanggau Menyapa di RRI Sanggau, Rabu 10 Juni 2026.

Ia menilai kecanduan media sosial di kalangan anak dan remaja perlu ditangani sejak dini. Jika tidak diantisipasi, kondisi tersebut berpotensi menimbulkan berbagai dampak negatif terhadap perkembangan mental, perilaku, hingga kehidupan sosial anak.

Menurut Titin, upaya pencegahan harus dimulai dari lingkungan keluarga sebagai fondasi utama pendidikan anak. Orang tua memiliki peran penting dalam memberikan pendampingan, pengawasan, serta membangun komunikasi yang baik dengan anak di era digital.

“Terkait anak yang kecanduan bermain media sosial, kita harus mengantisipasi dari hulu atau akar permasalahannya, yaitu orang tua. Peran orang tua saat ini tidak hanya memenuhi kebutuhan dasar anak, tetapi juga melakukan pendampingan dalam penggunaan teknologi,” ujarnya.

Ia menjelaskan, orang tua perlu meningkatkan pemahaman terhadap perkembangan teknologi dan media digital. Dengan memahami teknologi yang digunakan anak, orang tua akan lebih mudah mengawasi sekaligus mengarahkan anak agar bijak dalam menggunakan media sosial.

“Orang tua perlu belajar dan memahami teknologi yang ada saat ini agar tidak tertinggal. Tujuannya supaya anak dapat lebih terkontrol dan mampu menggunakan media sosial secara bijak,” katanya.

Titin menambahkan, penguatan literasi digital di lingkungan keluarga dan sekolah menjadi salah satu langkah penting untuk menghadapi perkembangan teknologi yang semakin pesat. Edukasi yang tepat diharapkan mampu membentuk karakter anak yang lebih cerdas dan bertanggung jawab dalam memanfaatkan ruang digital.

Ia berharap sinergi antara orang tua, tenaga pendidik, dan pemerintah dapat terus diperkuat. Dengan kolaborasi tersebut, dampak negatif media sosial terhadap anak dapat diminimalkan sekaligus mendukung tumbuh kembang generasi muda yang sehat, aman, dan produktif.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....