Dilanda Kemarau, Pemkab Sanggau Klaim Stok Beras Aman
- 09 Jun 2026 18:49 WIB
- Entikong
RRI.CO.ID, Entikong – Pemerintah Kabupaten Sanggau memastikan stok beras masyarakat tetap aman meski sejumlah wilayah terdampak kemarau panjang sejak awal tahun 2026. Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Tanaman Pangan, Hortikulturan dan Perikanan Kabupaten Sanggau, Kubin mengatakan, ketersediaan beras didukung oleh hasil panen petani, stok Bulog, serta cadangan pangan pemerintah daerah.
"Kondisi ketahanan pangan di Kabupaten Sanggau terkait ketersediaan, distribusi, dan stok pangan masih aman. Harga-harga juga masih terjangkau dan 14 bahan pokok masih stabil di pasaran," kata Kubin di Sanggau, Selasa 9 Juni 2026.
Menurutnya, sebagian besar masyarakat baru menyelesaikan masa panen pada Februari hingga Maret lalu. Meski sempat terjadi kemarau panjang selama sekitar tiga minggu pada awal tahun, secara umum ketersediaan pangan di Kabupaten Sanggau tetap terjaga.
| Baca juga: Kemarau, Warga Sanggau Irit Pakai Air Sumur |
"Ada beberapa kecamatan yang terdampak kemarau, terutama Kapuas, kemudian sebagian Jangkang, Bonti, dan Parindu. Namun yang paling terasa memang di Kapuas," ungkapnya.
Kubin menjelaskan, kemarau sempat memengaruhi pertumbuhan anakan padi sehingga menyebabkan penurunan hasil panen di sejumlah lahan kering. Namun kondisi tersebut masih dapat diantisipasi karena petani juga memiliki lahan sawah yang tetap berproduksi dengan baik.
"Walaupun di lahan kering ada yang mengalami penurunan hasil panen, tetapi lahan sawah masyarakat masih aman sehingga kebutuhan beras tetap dapat terpenuhi," ucapnya.
Ia menambahkan, ketersediaan beras di Kabupaten Sanggau juga diperkuat oleh dukungan stok Bulog yang terus tersedia. Selain itu, pemerintah daerah masih memiliki cadangan pangan yang dapat dimanfaatkan apabila terjadi gangguan pasokan di masyarakat.
"Kita selalu mendapat laporan dari Bulog bahwa stok tetap ada. Kemudian untuk Kabupaten Sanggau juga masih menyediakan yang namanya beras cadangan pemerintah daerah," ungkap Kubin.
Kubin mengatakan, pemerintah kabupaten, provinsi, hingga pusat telah menyiapkan mekanisme cadangan beras untuk mengantisipasi kekurangan pangan. Dengan dukungan tersebut, ia meminta masyarakat tidak khawatir terhadap ketersediaan beras.
"Kalau cadangan beras pemerintah daerah nanti kurang, kita bisa mengusulkan ke pemerintah provinsi, dan apabila masih diperlukan lagi bisa ke pemerintah pusat. Artinya, pemerintah kabupaten, provinsi, hingga pusat tetap menyediakan cadangan pangan untuk mengantisipasi kekurangan beras di daerah," tutupnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....