Bawaslu Ende Dorong Peran Tokoh Agama Wujudkan Pemilu Damai di NTT
- 09 Jun 2026 10:20 WIB
- Ende
RRI.CO.ID, Ende - Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Ende mengikuti dialog interaktif bertajuk TOS (Temu Obrol Santai) BARISTA (Barisan Penyelesaian Sengketa) Seri IV yang digelar secara virtual, Senin, 8 Juni 2026. Kegiatan yang diselenggarakan Bawaslu Provinsi NTT tersebut mengangkat tema “Peran Tokoh Agama Dalam Menciptakan Pemilu Damai” sebagai upaya memperkuat sinergi berbagai elemen bangsa dalam menciptakan iklim politik yang aman, demokratis, dan kondusif.
Bawaslu Kabupaten Ende diwakili oleh Koordinator Divisi Penanganan Pelanggaran dan Penyelesaian Sengketa (P3S), Maria Uria Ie, S.Akun., bersama Kepala Subbagian P3S dan Hukum, Elisabeth Renggi, S.Sos., serta jajaran staf teknis terkait. Kehadiran mereka menjadi bagian dari komitmen Bawaslu Ende dalam memperkuat kapasitas kelembagaan serta membangun strategi pencegahan sengketa dan pelanggaran pemilu melalui pendekatan kolaboratif.
Forum diskusi tersebut menghadirkan sejumlah narasumber dari lingkungan Bawaslu NTT. Kegiatan dibuka oleh Anggota Bawaslu Provinsi NTT, Magdalena Y. Wake, S.H., M.H., sebagai keynote speaker, dan dipantik oleh Anggota Bawaslu NTT, James Welem Ratu, S.Pd. Sementara materi utama disampaikan oleh Anggota Bawaslu Kabupaten Sumba Barat, Yusti Rambu Karadji, S.Th., yang mengulas pentingnya keterlibatan tokoh agama dalam menjaga harmoni sosial selama proses demokrasi berlangsung.
Dalam kesempatan itu, Maria Uria Ie dipercaya sebagai penanggap dan menyampaikan pandangan terkait pentingnya pemetaan kerawanan pemilu melalui pendekatan kultural dan keagamaan. Menurutnya, tokoh agama memiliki posisi strategis dalam membimbing masyarakat agar tidak terjebak dalam politisasi isu suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA), sekaligus berperan aktif dalam meredam potensi konflik maupun sengketa selama tahapan pemilu.
“Tokoh agama memiliki nilai filosofis dan sosiologis yang sangat tinggi dalam membangun kesadaran masyarakat untuk menjaga persatuan dan perdamaian. Keterlibatan mereka menjadi kekuatan penting dalam mewujudkan pemilu yang aman, damai, dan bermartabat,” ujar Maria.
Melalui forum TOS BARISTA ini, Bawaslu berharap koordinasi antarjajaran pengawas pemilu di NTT semakin solid serta mampu memperkuat kemitraan dengan tokoh agama demi menghadirkan pemilu yang demokratis, tertib, dan berintegritas.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....