Dunia Usaha Dinilai Berperan Besar Cegah Stunting di Samarinda
- 08 Jun 2026 13:38 WIB
- Samarinda
RRI.CO.ID, Samarinda- Keterlibatan dunia usaha, komunitas, hingga masyarakat dinilai menjadi salah satu kunci keberhasilan upaya pencegahan stunting di Kota Samarinda. Kolaborasi lintas sektor yang terus dibangun melalui Program Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (Genting) telah membantu menjangkau ratusan keluarga berisiko stunting di berbagai wilayah.
Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Kota Samarinda, drg. Deasy Evriyani, mengatakan dukungan yang diberikan dunia usaha sejauh ini telah menunjukkan hasil yang positif. Bahkan, keterlibatan berbagai pihak terus bertambah dari waktu ke waktu.
Hal itu disampaikan Deasy usai Kick Off Pelayanan KB dalam rangka Hari Keluarga Nasional (Harganas) ke-33 Tahun 2026 di Gedung PKK Kota Samarinda, Senin, 8 Juni 2026.
“Peran mereka sangat besar. Karena itu kami memberikan apresiasi kepada dunia usaha dan seluruh pihak yang selama ini sudah terlibat membantu program pencegahan stunting,” ujarnya.
Menurut Deasy, kontribusi tersebut tidak hanya datang dari perusahaan atau pelaku usaha. Berbagai komunitas masyarakat juga turut mengambil bagian dalam mendukung keluarga berisiko stunting melalui bantuan nutrisi maupun kegiatan sosial lainnya.
Ia menyebut sejumlah kelompok masyarakat seperti komunitas ibu-ibu, organisasi kemasyarakatan, hingga para ketua RT mulai terlibat aktif dalam gerakan gotong royong mencegah stunting di lingkungan masing-masing.
Salah satu inovasi terbaru lahir dari Kelurahan Lempake melalui program Geret Bunting atau Gerakan Sepuluh Ribu Ketua RT. Melalui gerakan tersebut, setiap ketua RT menyisihkan Rp10 ribu untuk mendukung pemenuhan nutrisi keluarga sasaran dalam Program Genting.
“Ini bentuk komitmen yang luar biasa. Selain dunia usaha, masyarakat juga mulai bergerak bersama membantu keluarga risiko stunting,” katanya.
Selain masyarakat dan pelaku usaha, Deasy mengungkapkan dukungan juga mulai tumbuh dari kalangan aparatur sipil negara (ASN) yang ikut berpartisipasi dalam berbagai program sosial untuk keluarga berisiko stunting.
Menurutnya, semangat gotong royong tersebut menjadi modal penting dalam mempercepat penurunan stunting di Samarinda. Dengan semakin banyak pihak yang terlibat, intervensi yang diberikan kepada keluarga sasaran dapat dilakukan lebih cepat dan tepat.
“Kami terus mendorong komitmen ini. Kalau semua berkolaborasi dan bergotong royong, insyaallah seluruh keluarga risiko stunting bisa dicegah agar tidak menjadi stunting,” ucapnya.
Deasy menambahkan saat ini pelaksanaan Program Genting di Kota Samarinda telah menunjukkan hasil yang menggembirakan. Dari total 464 keluarga risiko stunting yang menjadi sasaran tahun 2026, sebagian besar telah mendapatkan intervensi dan bantuan yang dibutuhkan.
“Alhamdulillah untuk Kota Samarinda sudah hampir selesai. Tinggal sedikit lagi yang masih berjalan karena pelaksanaannya masih berlangsung hingga beberapa bulan ke depan,” katanya.
Meski capaian bantuan nutrisi terus meningkat, DPPKB Samarinda masih berupaya mencari dukungan untuk intervensi non-nutrisi, seperti perbaikan rumah tidak layak huni, pembangunan jamban sehat, serta penyediaan akses air bersih bagi keluarga berisiko stunting.
Deasy optimistis target penanganan keluarga risiko stunting tahun ini dapat tercapai apabila semangat kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, komunitas, dan masyarakat terus terjaga.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....