Tamasya dan GATI Jadi Andalan Samarinda Bangun Ketahanan Keluarga
- 08 Jun 2026 11:31 WIB
- Samarinda
RRI.CO.ID, Samarinda- Pemerintah Kota Samarinda terus memperkuat pembangunan keluarga sebagai fondasi utama menciptakan generasi berkualitas. Salah satu langkah yang dilakukan adalah melalui pengembangan program Taman Asuh Sayang Anak (TAMASYA) serta Gerakan Ayah Teladan Indonesia (GATI) dan Suami Pendukung Istri (SUSUKI).
Program tersebut tidak hanya berfokus pada perlindungan anak, tetapi juga mendorong keterlibatan ayah dan keluarga dalam proses pengasuhan. Pendekatan ini dinilai penting mengingat tantangan pembangunan keluarga saat ini tidak hanya berkaitan dengan aspek ekonomi, tetapi juga pola pengasuhan dan pembentukan karakter anak.
Hal itu disampaikan Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Kota Samarinda, drg. Deasy Evriyani, saat Kick Off Pelayanan KB dalam rangka Hari Keluarga Nasional (Harganas) ke-33 Tahun 2026 di Gedung PKK Kota Samarinda, Senin, 8 Juni 2026.
Deasy menjelaskan Program TAMASYA merupakan bagian dari pembinaan terpadu yang mendukung terwujudnya Kota Layak Anak di Samarinda. Program tersebut bahkan berhasil masuk nominasi tiga besar tingkat Provinsi Kalimantan Timur pada kategori cerita inspiratif.
“TAMASYA menjadi salah satu upaya kami dalam memperkuat pengasuhan anak melalui lingkungan yang aman, ramah, dan mendukung tumbuh kembang anak secara optimal,” ujarnya.
Menurut Deasy, penguatan pengasuhan anak tidak dapat dibebankan sepenuhnya kepada ibu. Karena itu DPPKB juga mengembangkan Program GATI dan SUSUKI untuk meningkatkan peran ayah dalam keluarga.
Melalui program tersebut, para ayah didorong lebih aktif terlibat dalam pengasuhan, pendidikan, hingga pendampingan tumbuh kembang anak. Sementara SUSUKI bertujuan membangun dukungan suami terhadap kesehatan dan kesejahteraan istri, termasuk pada masa kehamilan dan pengasuhan anak.
“Peran ayah sangat penting dalam membentuk karakter anak. Karena itu kami terus mendorong keterlibatan ayah dalam berbagai program pembangunan keluarga,” katanya.
Saat ini implementasi Program GATI dan SUSUKI telah dijalankan di setiap kelurahan melalui Kampung Keluarga Berkualitas (Kampung KB) sebagai pelaksana utama di tingkat masyarakat. Pendekatan tersebut diharapkan mampu memperkuat ketahanan keluarga dari lingkungan terkecil.
Deasy menilai keluarga yang kuat menjadi kunci dalam menghadapi berbagai tantangan sosial, mulai dari persoalan stunting, kekerasan terhadap anak, pernikahan usia dini, hingga masalah kesehatan mental remaja.
“Keluarga adalah sekolah pertama bagi anak. Ketika keluarga kuat, maka anak-anak juga akan tumbuh menjadi generasi yang sehat, cerdas, dan berkarakter,” ucapnya.
Melalui penguatan TAMASYA, GATI, dan SUSUKI, Pemerintah Kota Samarinda berharap pembangunan keluarga tidak hanya berorientasi pada angka dan statistik, tetapi juga mampu menciptakan lingkungan pengasuhan yang sehat dan harmonis bagi generasi masa depan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....