TPK Samarinda Dampingi Ribuan Ibu Hamil dan Balita
- 08 Jun 2026 11:30 WIB
- Samarinda
RRI.CO.ID, Samarinda- Tim Pendamping Keluarga (TPK) menjadi ujung tombak Pemerintah Kota Samarinda dalam upaya percepatan penurunan stunting. Melalui pendampingan yang dilakukan hingga tingkat kelurahan, ribuan calon pengantin, ibu hamil, ibu pasca salin, hingga balita terus mendapatkan pengawasan dan edukasi secara berkelanjutan.
Pendampingan tersebut dilakukan untuk memastikan keluarga memperoleh layanan kesehatan, edukasi gizi, serta pemantauan tumbuh kembang anak sejak sebelum kehamilan hingga usia balita. Pendekatan ini dinilai penting karena pencegahan stunting tidak dapat dilakukan hanya saat anak lahir, tetapi harus dimulai sejak masa persiapan pernikahan.
Hal itu disampaikan Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Kota Samarinda, drg. Deasy Evriyani, saat Kick Off Pelayanan KB dalam rangka Hari Keluarga Nasional (Harganas) ke-33 Tahun 2026 di Gedung PKK Kota Samarinda, Senin, 8 Juni 2026.
Berdasarkan data tahun 2025, TPK di Kota Samarinda telah melakukan pendampingan terhadap 1.737 calon pengantin, 6.500 ibu hamil, 1.834 ibu pasca salin, 9.547 anak bawah dua tahun (baduta), serta 1.281 anak bawah lima tahun (balita).
“Pendampingan dilakukan sepanjang siklus kehidupan keluarga, mulai dari calon pengantin, ibu hamil, ibu pasca melahirkan hingga anak-anak yang menjadi kelompok prioritas pencegahan stunting,” ujarnya.
Deasy menjelaskan saat ini terdapat 969 Tim Pendamping Keluarga yang tersebar di 59 kelurahan di Kota Samarinda. Tim tersebut terdiri dari unsur kader KB, kader PKK, dan tenaga kesehatan yang bertugas melakukan edukasi sekaligus pendampingan langsung kepada keluarga sasaran.
Menurutnya, peran TPK sangat strategis karena menjadi garda terdepan yang berinteraksi langsung dengan masyarakat. Melalui pendampingan tersebut, berbagai faktor risiko stunting dapat dideteksi lebih dini sehingga penanganan dapat dilakukan lebih cepat.
“TPK menjadi penghubung antara keluarga dengan layanan kesehatan maupun program-program pemerintah yang berkaitan dengan peningkatan kualitas keluarga,” katanya.
Selain melakukan pendataan dan pemantauan kesehatan, TPK juga berperan memberikan edukasi terkait pola asuh anak, pemenuhan gizi, kesehatan reproduksi, hingga pentingnya pemeriksaan kesehatan selama masa kehamilan.
Deasy menilai keberadaan TPK telah membantu memperkuat upaya pemerintah dalam membangun keluarga yang sehat dan berkualitas. Pendampingan yang dilakukan secara langsung di lingkungan masyarakat membuat berbagai program pemerintah lebih mudah diterima dan dipahami oleh keluarga sasaran.
“Kami berharap peran TPK terus diperkuat karena mereka adalah ujung tombak yang langsung bersentuhan dengan masyarakat dalam upaya pencegahan stunting,” ucapnya.
Melalui penguatan Tim Pendamping Keluarga, Pemerintah Kota Samarinda berharap intervensi yang diberikan kepada masyarakat semakin tepat sasaran sehingga target penurunan stunting dan peningkatan kualitas sumber daya manusia dapat tercapai secara berkelanjutan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....