Angin Kencang Rusak Puluhan Rumah Huntara di Aceh Utara

  • 08 Jun 2026 00:15 WIB
  •  Meulaboh

RRI.CO.ID, Lhokseumawe – Cuaca ekstrem yang disertai angin kencang melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Aceh Utara pada Kamis, 4 Juni 2026, dan Jumat, 5 Juni 2026. Peristiwa tersebut mengakibatkan puluhan rumah hunian sementara (huntara) dan rumah warga mengalami kerusakan dengan berbagai tingkat kerusakan.

Berdasarkan data Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops PB) BPBD Kabupaten Aceh Utara, angin kencang terjadi di Kecamatan Langkahan, Pirak Timu, dan Cot Girek. Wilayah yang terdampak meliputi Gampong Rumoh Rayeuk dan Buket Linteung di Kecamatan Langkahan, sejumlah gampong di Kecamatan Pirak Timu, serta delapan gampong di Kecamatan Cot Girek.

Petugas Piket Pusdalops PB BPBD Kabupaten Aceh Utara, T. Zopan Mustika, mengatakan cuaca ekstrem yang terjadi menimbulkan kerusakan pada rumah hunian sementara dan rumah masyarakat di wilayah terdampak.

“Angin kencang akibat cuaca ekstrem menyebabkan kerusakan pada sejumlah huntara dan rumah warga di beberapa kecamatan,” ujarnya.

Data BPBD mencatat sebanyak 11 unit rumah huntara mengalami rusak berat, 10 unit rumah huntara rusak sedang, dan 54 unit rumah mengalami rusak ringan. Total warga terdampak mencapai 72 kepala keluarga atau 279 jiwa yang tersebar di Kecamatan Langkahan, Cot Girek, dan Pirak Timu.

Selain kerusakan bangunan, beberapa warga terpaksa mengungsi ke tempat yang lebih aman. Di Kecamatan Langkahan, tujuh kepala keluarga dengan 33 jiwa mengungsi ke rumah saudara dan huntara milik tetangga. Sementara di Kecamatan Cot Girek, dua kepala keluarga dengan empat jiwa mengungsi ke rumah kerabat.

Meski menyebabkan kerusakan material yang cukup signifikan, tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut. BPBD Kabupaten Aceh Utara juga mengidentifikasi kebutuhan mendesak berupa bantuan masa panik serta peralatan perbaikan darurat bagi warga terdampak.

Sebagai langkah penanganan, petugas BPBD telah turun langsung ke lokasi untuk melakukan pendataan kerusakan, membantu pembersihan puing-puing, serta memastikan kondisi masyarakat terdampak tetap aman.

Hingga saat ini, situasi di wilayah terdampak dilaporkan kondusif. Masyarakat telah mengevakuasi barang-barang berharga ke lokasi yang lebih aman dan melakukan pembersihan sisa material bangunan yang rusak akibat terjangan angin kencang.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....