BMKG Ingatkan Potensi Hujan Disertai Petir di Aceh

  • 14 Jun 2026 08:49 WIB
  •  Meulaboh

RRI.CO.ID, Meulaboh - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini terkait potensi hujan di wilayah Barat dan Selatan Aceh pada Minggu, 14 Juni 2026. Hujan dengan intensitas ringan hingga sedang diperkirakan terjadi mulai pagi hingga malam hari dan dapat disertai petir serta angin kencang.

Peringatan dini tersebut berlaku untuk sejumlah wilayah seperti Calang, Meulaboh, Suka Makmue, Kuala Pesisir, Blangpidie, Tapak Tuan, Singkil, Subulussalam, hingga Sinabang. Masyarakat diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi gangguan cuaca yang dapat memengaruhi aktivitas harian.

Prakirawan Cuaca BMKG Stasiun Meteorologi Cut Nyak Dhien Nagan Raya, Rijal Sainsfikri, dalam keterangan tertulis menyampaikan, “Angin ketinggian permukaan sampai 3000 feet umumnya bertiup dari Barat dengan kecepatan 5 hingga 25 kilometer per jam.” Ia juga menjelaskan bahwa tinggi gelombang perairan Barat dan Selatan Aceh diperkirakan mencapai 1,5 hingga 2,5 meter.

BMKG memprakirakan hujan lokal telah berpotensi terjadi sejak pagi di sejumlah wilayah pesisir Barat Aceh. Kondisi tersebut dapat berkembang menjadi hujan ringan hingga sedang pada malam hari, terutama di Calang dan daerah sekitarnya.

Potensi petir dan angin kencang perlu diwaspadai, terutama saat terjadi pertumbuhan awan hujan pada siang hingga malam hari. Masyarakat yang beraktivitas di luar ruangan diimbau untuk mencari tempat yang aman ketika terjadi cuaca buruk.

Nelayan dan pengguna jasa transportasi laut juga diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap kondisi gelombang yang mencapai 2,5 meter. Gelombang sedang tersebut berpotensi memengaruhi keselamatan pelayaran, khususnya bagi kapal-kapal berukuran kecil.

BMKG mengingatkan masyarakat agar tidak berteduh di bawah pohon atau baliho saat terjadi hujan disertai angin kencang dan petir. Langkah antisipatif juga perlu dilakukan untuk mengurangi risiko bencana hidrometeorologi seperti pohon tumbang dan genangan air.

Pemerintah daerah dan instansi terkait diharapkan terus memantau perkembangan informasi cuaca yang dikeluarkan BMKG. Koordinasi lintas sektor diperlukan untuk meminimalkan dampak yang mungkin ditimbulkan akibat cuaca ekstrem.

Selain itu, masyarakat di wilayah rawan bencana diimbau untuk selalu memperhatikan kondisi lingkungan sekitar. Informasi peringatan dini yang diperbarui secara berkala dapat menjadi acuan dalam mengambil langkah mitigasi.

BMKG menegaskan bahwa kondisi atmosfer bersifat dinamis dan dapat berubah sewaktu-waktu. Oleh karena itu, masyarakat di Barat dan Selatan Aceh diminta mengikuti pembaruan informasi cuaca resmi sebagai upaya meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi cuaca ekstrem.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....