Pemprov NTB Gencarkan Gerakan Pangan Murah di Wilayah Miskin Ekstrem
- 05 Jun 2026 21:16 WIB
- Mataram
Poin Utama
- Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat terus menggencarkan Gerakan Pangan Murah (GPM) sebagai upaya menjaga stabilitas harga bahan pokok sekaligus membantu masyarakat di wilayah miskin ekstrem.
- Sebanyak 1.343 keluarga menerima bantuan pangan dari Badan Pangan Nasional (Bapanas) RI berupa 20 kilogram beras dan 4 liter minyak goreng untuk alokasi Februari dan Maret.
- Gerakan Pangan Murah menjadi bagian dari langkah pemerintah menjaga pasokan dan keterjangkauan harga pangan di tengah meningkatnya tekanan inflasi.
RRI CO.ID, Lombok Barat - Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat terus menggencarkan Gerakan Pangan Murah (GPM) sebagai upaya menjaga stabilitas harga bahan pokok sekaligus membantu masyarakat di wilayah miskin ekstrem. Program itu kembali digelar di Desa Taman Ayu, Kecamatan Gerung, Kabupaten Lombok Barat, Jumat, 5 Juni 2026.
Kegiatan yang dilaksanakan melalui Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi NTB tersebut menyasar masyarakat dengan akses terbatas terhadap pasar dan kebutuhan pangan. Dalam kegiatan itu, sebanyak 1.343 keluarga menerima bantuan pangan dari Badan Pangan Nasional (Bapanas) RI berupa 20 kilogram beras dan 4 liter minyak goreng untuk alokasi Februari dan Maret.

Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan NTB, Lalu Mirza Amir Hamzah, mengatakan Gerakan Pangan Murah menjadi bagian dari langkah pemerintah menjaga pasokan dan keterjangkauan harga pangan di tengah meningkatnya tekanan inflasi.
“Ini bentuk kepedulian pemerintah terhadap rakyatnya, termasuk di daerah pelosok. Kita harus memberikan pelayanan, terutama dalam penyediaan bahan pangan murah kepada masyarakat,” kata Mirza saat ditemui di lokasi kegiatan.
Menurut dia, pengendalian inflasi tidak bisa hanya dibebankan kepada satu organisasi perangkat daerah. Seluruh pihak, termasuk pemerintah kabupaten, pelaku usaha, dan UMKM, perlu terlibat dalam menjaga stabilitas harga pangan.
“GPM ini kita upayakan bersama. Jangan hanya mengandalkan Dinas Pertanian, tetapi seluruh pihak harus berkolaborasi agar harga pangan tetap terjangkau oleh masyarakat,” ujarnya.
Mirza menjelaskan, pemerintah akan melaksanakan GPM secara rutin setiap bulan di wilayah yang terindikasi mengalami kenaikan harga kebutuhan pokok. Selain menyediakan bahan pangan murah, kegiatan itu juga melibatkan UMKM lokal untuk memperkuat distribusi komoditas di tingkat masyarakat.
Berdasarkan hasil pemantauan pemerintah daerah dan data Badan Pusat Statistik (BPS), kelangkaan minyak goreng dan bahan bakar rumah tangga menjadi salah satu penyumbang inflasi di sejumlah daerah di NTB.
“Dari pantauan kami dan berdasarkan data BPS, bahan bakar rumah tangga dan minyak goreng menjadi penyumbang inflasi karena terjadi kelangkaan di hampir seluruh daerah di NTB,” tutur Mirza.
Ia mengatakan sasaran utama program tersebut adalah desa berdaya yang masuk kategori miskin ekstrem. Pemerintah berharap intervensi itu dapat menekan lonjakan harga sekaligus menjaga daya beli masyarakat di tingkat bawah.
Kepala Desa Taman Ayu, Muhammad Tajudin, menilai program Gerakan Pangan Murah cukup membantu warga menghadapi kenaikan harga kebutuhan pokok dalam beberapa waktu terakhir.
“Dengan GPM ini diharapkan dapat menstabilkan harga-harga bahan pokok yang saat ini terus meningkat. Ini merupakan salah satu solusi dari Pemerintah Provinsi yang perlu terus dilaksanakan untuk menjaga daya beli masyarakat,” kata Tajudin.
Menurut dia, warga sangat membutuhkan akses terhadap bahan pangan murah, terutama di tengah kelangkaan minyak goreng dan beras di sejumlah wilayah.
“Harga yang ditawarkan cukup terjangkau. Kami berharap kegiatan seperti ini tidak hanya dilakukan sekali, tetapi terus berlanjut hingga kondisi ekonomi masyarakat semakin stabil,” ujarnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....