Libur Iduladha dan Waisak Belum Dongkrak Kunjungan Taman Salma Shofa Samarinda
- 04 Jun 2026 10:20 WIB
- Samarinda
RRI.CO.ID, Samarinda - Jumlah kunjungan wisatawan di Taman Salma Shofa Samarinda belum mencapai puncaknya selama momentum libur Iduladha 1447 Hijriah dan Waisak. Padahal, destinasi wisata keluarga yang berada di Jalan Kalan Luas, Kelurahan Mugirejo itu biasanya ramai saat musim liburan.
Pengelola Taman Salma Shofa, Abdullah, mengatakan lonjakan pengunjung justru terjadi sebelum Iduladha karena bertepatan dengan awal libur sekolah. Sementara, setelah hari raya, jumlah wisatawan yang datang cenderung menurun dibandingkan yang diharapkan.
"Sebelum lebaran justru lebih banyak karena bertepatan dengan awal libur anak sekolah. Setelah Iduladha ini malah turun. Mudah-mudahan minggu depan pengunjung bisa lebih banyak lagi," ujarnya, dikutip pada Kamis, 4 Juni 2026.
Menurut Abdullah, rata-rata kunjungan saat ini berada di kisaran 500 hingga 700 orang per hari. Wisatawan yang datang tidak hanya berasal dari Samarinda. Namun, juga dari luar kota.
"Sementara ini memang masih lebih banyak dari Samarinda, tapi ada beberapa perusahaan yang melaksanakan gathering di sini. Kalau gathering biasanya lebih dari 100 orang itu seperti dari Sangatta, Bontang, Balikpapan." kata Abdullah.
Sebagai destinasi wisata yang menyasar segmen keluarga, Taman Salma Shofa memberikan keleluasaan bagi pengunjung untuk membawa makanan dari luar maupun mengolah makanan sendiri di lokasi wisata. Pengelola juga menyediakan gazebo yang dapat digunakan keluarga untuk berkumpul selama berwisata.
Selain kolam renang, pengunjung juga dapat menikmati pendopo dan mini museum bernama Odah Bertemu yang berisi berbagai koleksi barang antik yang kini sudah sulit ditemukan.
"Target pasar kami memang keluarga. Pengunjung mau bawa makanan dari luar silakan, mau masak di sini juga dipersilakan karena sudah ada gazebo yang bisa disewa," ucap Abdullah.
Selain itu, Taman Salma Shofa juga menyediakan paket khusus bagi rombongan sekolah yang ingin berkunjung. Paket tersebut diberikan dengan harga berbeda dari tarif reguler dan harus melalui sistem pemesanan terlebih dahulu.
"Kalau rombongan sekolah ada harga khusus. Mereka booking dulu, nanti kami sesuaikan dengan jumlah peserta yang datang," ujar Abdullah.
Meski terus berupaya menarik pengunjung, ia mengakui persaingan usaha wisata di Samarinda kini semakin ketat. Munculnya sejumlah objek wisata baru yang lokasinya berdekatan menjadi tantangan tersendiri bagi pengelola.
Karena itu, pihaknya berencana melakukan sejumlah pembenahan fasilitas tahun ini, mulai dari perbaikan gazebo hingga pembangunan musala yang nantinya bisa dimanfaatkan pengunjung maupun masyarakat yang melintas di sekitar kawasan wisata.
"Persaingan memang semakin ketat karena banyak tempat wisata baru yang bermunculan. Jadi kami harus pintar-pintar mengelola dan berbenah supaya tetap diminati pengunjung," kata dia.
Abdullah menambahkan, dukungan pemerintah selama ini lebih banyak berupa perbaikan akses jalan menuju kawasan wisata. Sementara pengembangan fasilitas di dalam area Taman Salma Shofa dilakukan secara mandiri karena destinasi tersebut dikelola oleh pihak swasta.
Ia pun berharap jumlah kunjungan dapat meningkat dalam beberapa pekan ke depan seiring masih adanya momentum libur panjang dan musim liburan sekolah.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....