Kemiskinan di Sanggau Turun, Pemda Bidik 3,30 Persen pada 2029

  • 03 Jun 2026 12:43 WIB
  •  Entikong

RRI.CO.ID, EntikongTren penurunan angka kemiskinan di Kabupaten Sanggau terus berlanjut. Pemerintah daerah mencatat persentase penduduk miskin kembali menurun dibandingkan tahun sebelumnya, menjadi sinyal positif terhadap efektivitas program pembangunan dan pemberdayaan masyarakat yang selama ini dijalankan.

Sekretaris Badan Perencanaan Pembangunan, Riset, dan Inovasi Daerah (Bapperida) Kabupaten Sanggau, Yulius Elto, mengatakan angka kemiskinan di Kabupaten Sanggau saat ini berada di level 4,55 persen. Atau turun 0,06 poin dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai 4,61 persen.

"Kalau kita lihat dari tahun sebelumnya, ada penurunan angka kemiskinan dari 4,61 persen menjadi 4,55 persen. Artinya memang terjadi penurunan angka kemiskinan di Kabupaten Sanggau," kata Yulius Elto dalam Dialog Sanggau Menyapa RRI Sanggau, Rabu 3 Juni 2026.

Menurutnya, capaian tersebut menunjukkan berbagai program pembangunan yang dilaksanakan pemerintah daerah mulai memberikan dampak positif terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat. Program-program yang dirancang secara terarah dan tepat sasaran dinilai menjadi salah satu faktor utama yang mendorong penurunan angka kemiskinan.

Yulius menjelaskan, pemerintah daerah tidak hanya fokus pada bantuan sosial, tetapi juga mendorong program pemberdayaan ekonomi masyarakat, peningkatan kualitas sumber daya manusia, serta pembangunan infrastruktur yang mampu membuka akses ekonomi bagi warga di berbagai wilayah.

Ia menyampaikan, penurunan angka kemiskinan tersebut sejalan dengan target pembangunan daerah yang telah dituangkan dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD). Pemerintah Kabupaten Sanggau menargetkan angka kemiskinan dapat ditekan hingga mencapai 3,30 persen pada akhir masa kepemimpinan Bupati dan Wakil Bupati periode saat ini.

"Ini selaras dengan RPJMD kita. Pada akhir masa kepemimpinan Bupati dan Wakil Bupati yang sekarang, kami menargetkan angka kemiskinan di Kabupaten Sanggau dapat ditekan hingga 3,30 persen," ujarnya.

Meski menunjukkan tren positif, Yulius mengakui target tersebut tidak dapat dicapai hanya oleh pemerintah daerah semata. Diperlukan kolaborasi seluruh pemangku kepentingan, mulai dari pemerintah pusat, pemerintah desa, dunia usaha, hingga masyarakat untuk memastikan program penanggulangan kemiskinan berjalan efektif.

Menurutnya, pemanfaatan data yang akurat, dukungan pendanaan, serta optimalisasi program di tengah keterbatasan anggaran menjadi faktor penting dalam mempercepat penurunan angka kemiskinan. Karena itu, setiap program akan terus dievaluasi agar tepat sasaran dan mampu menjawab kebutuhan masyarakat.

"Kita harus optimistis. Dengan dukungan data yang baik, pendanaan yang tersedia, serta sinergi seluruh pihak, target penurunan angka kemiskinan pada tahun 2029 dapat tercapai," katanya.

Yulius berharap tren penurunan angka kemiskinan di Kabupaten Sanggau dapat terus berlanjut dalam beberapa tahun ke depan. Evaluasi dan perbaikan program akan dilakukan secara berkala agar manfaat pembangunan benar-benar dirasakan masyarakat dan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih inklusif.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....