Arus Deras Hambat Pencarian Korban Tenggelam di Muara Wahau
- 03 Jun 2026 06:45 WIB
- Samarinda
RRI.CO.ID, Samarinda - Tim gabungan melanjutkan pencarian hari kedua terhadap seorang karyawan PT DAN DSN Group yang dilaporkan tenggelam di Sungai Melenyu 2 Afdeling LA, Desa Muara Wahau, Kecamatan Muara Wahau, Kabupaten Kutai Timur, Senin 1 Juni 2026.
Informasi yang diterima Tim Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat (FKDM) Kutai Timur dari Polsek Muara Wahau sekitar pukul 09.30 WITA menyebutkan, proses pencarian terus dilakukan setelah korban belum ditemukan pada hari pertama kejadian.
Korban diketahui bernama Rifki (22), lahir di Lembaya pada 7 Juli 2003. Ia merupakan karyawan swasta yang bekerja sebagai pemanen di PT DAN DSN Group dan tinggal bersama istri serta seorang anak di kawasan Afdeling 10 Puhus 3 perusahaan tersebut.
Berdasarkan keterangan sejumlah saksi, peristiwa bermula pada Minggu 31 Mei 2026 sekitar pukul 13.00 WITA saat korban bersama tiga rekannya berangkat ke Sungai Melenyu 2 untuk berekreasi.
Sekitar pukul 16.40 WITA, korban bersama rekan-rekannya berenang menyeberangi sungai yang memiliki arus cukup deras. Setelah beristirahat di seberang sungai, mereka kembali berenang menuju lokasi tenda sekitar pukul 17.00 WITA.
Saat berada di tengah sungai, korban diduga mengalami kelelahan dan tidak mampu melawan derasnya arus. Korban kemudian hanyut terbawa arus sungai dan upaya penyelamatan yang dilakukan rekan-rekannya tidak berhasil.
Sejak laporan diterima, pencarian dilakukan oleh tim gabungan yang terdiri dari personel kepolisian, petugas keamanan PT DSN Group, penyelam tradisional, serta masyarakat sekitar. Puluhan personel dikerahkan untuk menyisir area sungai dan lokasi yang diduga menjadi titik hilangnya korban.
Petugas menghadapi sejumlah kendala dalam proses pencarian. Arus sungai yang cukup deras menjadi salah satu faktor utama yang menyulitkan tim di lapangan sekaligus meningkatkan risiko bagi personel yang terlibat dalam operasi pencarian.
Selain itu, kondisi cuaca dan karakteristik alam di sekitar sungai juga berpotensi menghambat efektivitas pencarian. Hingga laporan ini disampaikan, korban masih belum ditemukan dan operasi pencarian terus berlangsung.
FKDM Kutai Timur menilai diperlukan koordinasi yang intensif antara aparat keamanan, pihak perusahaan, relawan, dan masyarakat untuk mempercepat proses pencarian. Keselamatan seluruh personel yang bertugas juga menjadi prioritas utama selama operasi berlangsung.
Masyarakat diimbau agar lebih berhati-hati saat beraktivitas di sungai, khususnya di lokasi yang memiliki arus deras dan berisiko tinggi. FKDM berharap upaya pencarian yang dilakukan tim gabungan dapat segera membuahkan hasil sehingga korban dapat ditemukan dan diserahkan kepada pihak keluarga.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....