Bupati Kutim Dorong Generasi Muda Bangun Ketahanan Pangan lewat Aksi Nyata
- 02 Jun 2026 12:36 WIB
- Samarinda
RRI.CO.ID, Sangatta- Bupati Kutai Timur Ardiansyah Sulaiman mengajak generasi muda, mahasiswa hingga pelaku usaha pertanian dan peternakan untuk tidak hanya berhenti pada konsep dan diskusi, tetapi mulai membangun ketahanan pangan melalui tindakan nyata di lapangan.
Hal tersebut disampaikan Ardiansyah saat menghadiri Talkshow Peternakan bertema “Kaya Lahan, Miskin Peternak?” yang digagas mahasiswa Program Studi Peternakan STIPER Kutim di Ruang Meranti Kantor Bupati Kutim, Selasa 2 Juni 2026.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Wakil Bupati Kutim Mahyunadi, Ketua DPRD Jimmi, Ketua STIPER Ismail Fahmy Ahmadi, Ketua TP PKK Siti Robiah Ardiansyah, Kepala DTPHP Dyah Ratnaningrum hingga para pelaku usaha tani dan peternakan lokal.
Ardiansyah menegaskan bahwa ketahanan pangan tidak akan terwujud tanpa keberanian memulai usaha dan praktik langsung di lapangan.
“Jangan banyak wacana, tapi langsung praktek, action!” ujarnya disambut tepuk tangan peserta.
Menurut Ardiansyah, Kutai Timur memiliki potensi besar di sektor pertanian dan peternakan karena didukung luas wilayah dan sumber daya alam yang melimpah. Namun potensi tersebut dinilai tidak akan berkembang apabila generasi muda enggan terjun langsung membangun sektor pangan daerah.
Ia pun membagikan pengalaman pribadinya saat memasuki masa pensiun sekitar tahun 2016 hingga 2017. Saat itu, dirinya mulai memanfaatkan pekarangan rumah dengan membuat kolam terpal berisi ribuan bibit ikan lele serta menanam berbagai tanaman produktif seperti cabai, pisang, jeruk nipis hingga mangga.
Menurutnya, pengalaman tersebut memberikan pemahaman bahwa ketahanan pangan bisa dimulai dari skala rumah tangga dengan memanfaatkan lahan yang tersedia.
“Meskipun saat itu saya sempat kesulitan pemasaran dan akhirnya ikan dikonsumsi sendiri, tetapi limbah air kolamnya sangat bagus dijadikan pupuk alami tanaman,” katanya.
Ia mengatakan hingga saat ini aktivitas serupa masih terus dilakukan di lingkungan rumah jabatan dengan memelihara ayam kampung, ayam petelur, angsa hingga tanaman toga sebagai bagian membangun kemandirian pangan.
Dalam kesempatan itu, Ardiansyah juga mengapresiasi berbagai inovasi masyarakat di bidang pertanian dan peternakan, salah satunya usaha “Vay Farm” milik Ikhvani Wulandari yang mampu mengembangkan mesin tetas mandiri, memproduksi DOC atau Day Old Chick hingga budidaya maggot untuk memenuhi kebutuhan peternak.
Selain itu, ia juga menyoroti keberhasilan kelompok Dasawisma PKK dan petani di Kampung Kajang yang mampu mengembangkan pertanian hidroponik di lahan terbatas.
Menurutnya, inovasi seperti itu menjadi bukti bahwa sektor pangan dapat berkembang apabila didukung kreativitas dan kemauan masyarakat.
Ardiansyah menegaskan Pemerintah Kabupaten Kutai Timur berkomitmen mendukung sektor pertanian dan peternakan sebagai bagian dari program unggulan pemerintah daerah.
“Saya ingin Kutai Timur cepat muncul sebagai daerah yang siap. Tidak hanya swasembada dan mandiri, tetapi kita berharap Kutai Timur mampu berdaulat di bidang pangan,” ucapnya.
Berdasarkan data STIPER Kutim, kontribusi komoditas peternakan di Kutim mencapai sekitar 15 ribu ekor sapi setiap tahun. Selain itu, komoditas ayam dan hasil hortikultura dari Kutim juga telah dipasarkan hingga Berau dan Samarinda.
Di sisi lain, Ardiansyah turut memberikan evaluasi kepada dinas terkait agar lebih cepat merespons kebutuhan masyarakat dan pelaku usaha di lapangan.
Ia mencontohkan masih adanya kelompok usaha masyarakat yang belum memperoleh bantuan fasilitas produksi seperti mesin pengolah kopi mangrove meski produk tersebut mulai dikenal luas.
“Tolong kelompok-kelompok kreatif seperti ini cepat didatangi dan dibantu fasilitasnya. Jangan sampai masyarakat menilai pemerintah hanya membual,” katanya.
Melalui forum tersebut, Ardiansyah berharap terjadi pertukaran pengalaman antar pelaku usaha pertanian dan peternakan sehingga ilmu yang diperoleh dapat langsung diterapkan untuk memperkuat ekonomi masyarakat sekaligus mendukung ketahanan pangan daerah.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....