Jalan Amblas dan Rumah Rusak, DPRD Kuningan Turun Tangan

  • 30 Mei 2026 19:49 WIB
  •  Cirebon

RRI.CO.ID, Kuningan – Bencana longsor yang terjadi di sejumlah wilayah Kabupaten Kuningan mendapat perhatian dari kalangan legislatif. Anggota DPRD Kabupaten Kuningan dari Fraksi Gerindra, Sri Laelasari turun langsung meninjau lokasi terdampak longsor untuk memastikan penanganan segera dilakukan, terutama terhadap jalan lingkungan yang amblas di Kelurahan Purwawinangun.

Berdasarkan hasil peninjauan, kerusakan akibat cuaca ekstrem terjadi di beberapa titik. Di Desa Puncak, Kecamatan Cigugur, sebuah rumah warga mengalami kerusakan berat setelah terdampak longsor hingga bangunan ambruk dan retak di sejumlah bagian. Sementara di Kelurahan Cigadung, longsoran menyebabkan tembok penahan tanah (TPT) di belakang rumah warga ambrol, menyeret sebagian pekarangan dan merusak dapur salah satu rumah.

Longsor juga mengakibatkan TPT ambruk dan menyeret badan jalan lingkungan di Kelurahan Purwawinangun, Kecamatan Kuningan. Kondisi tersebut mengganggu akses warga dan berpotensi membahayakan permukiman di sekitar lokasi.

Sri Laelasari mengatakan dirinya telah mengecek langsung sejumlah titik bencana untuk melihat kondisi lapangan sekaligus mendorong percepatan penanganan.

"Kebetulan saya sudah mengecek langsung sejumlah titik lokasi longsor. Di Purwawinangun longsor membuat jalan lingkungan amblas, kemudian di Cigadung ada dua rumah terdampak bahkan ada yang bagian dapurnya ambruk karena tergerus longsor. Di dalam rumah itu ada lansia dan dua anak berkebutuhan khusus," ujar Sri, Sabtu 30 Mei 2026.

Menurutnya, kerusakan jalan lingkungan di Purwawinangun menjadi salah satu prioritas penanganan karena berada di kawasan perkotaan dan berkaitan langsung dengan aktivitas masyarakat. Ia menyebut survei bersama dinas terkait telah dilakukan sebagai langkah awal pembangunan kembali infrastruktur yang rusak.

"Untuk jalan amblas di Purwawinangun, dalam waktu dekat akan segera dibangun. Kemarin sudah survei dan diukur bersama dinas terkait. Ternyata di bawah jalan itu ada aliran kali kecil, sehingga saat hujan deras bagian bawah pondasi terus tergerus hingga akhirnya jalan amblas dan tidak bisa dilalui warga," katanya.

Ia menjelaskan, penanganan di lokasi tersebut membutuhkan anggaran yang cukup besar karena tidak hanya memperbaiki badan jalan, tetapi juga membangun TPT guna mencegah longsor susulan.

"Apalagi itu masih kawasan perkotaan. Saya sebagai anggota dewan tentu harus hadir memperjuangkan kebutuhan masyarakat. Dalam waktu dekat akan kita dorong pembangunannya, termasuk TPT dan latasir jalan lingkungan," ungkapnya.

Selain Purwawinangun, Sri juga menyoroti kondisi Kelurahan Cigadung yang dinilai sebagai salah satu kawasan rawan longsor di Kabupaten Kuningan. Menurutnya, limpasan air dari wilayah hulu menjadi penyebab utama yang kerap mengancam permukiman warga saat hujan deras.

"Cigadung ini ke depan harus menjadi fokus penanganan kebencanaan. Hampir setiap hujan deras selalu terdampak limpasan air dari hulu ke hilir. Jadi sekarang Cigadung termasuk daerah rawan bencana yang harus mendapat perhatian serius," tegasnya.

Ia menambahkan, penanganan bencana harus dilakukan secara berkelanjutan melalui penguatan infrastruktur dan langkah mitigasi di wilayah rawan longsor, sehingga risiko bencana dapat ditekan dan keselamatan masyarakat lebih terjamin.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....