Sri Laelasari Kawal Harapan Korban Longsor Desa Puncak

  • 04 Jun 2026 19:07 WIB
  •  Cirebon

RRI.CO.ID, Kuningan – Anggota DPRD Kabupaten Kuningan dari Fraksi Gerindra, Sri Laelasari, memberikan bantuan sekaligus mengawal pengajuan program Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu) bagi Utin (50 tahun), korban bencana tanah longsor di Dusun Mulya Asih I, Desa Puncak, Kecamatan Cigugur.

Rumah yang dihuni seorang diri oleh Utin mengalami kerusakan akibat longsor yang terjadi pada pertengahan Mei 2026.

Bagian dapur dan kamar mandi ambruk, sementara retakan mulai muncul di sejumlah ruangan lainnya sehingga dikhawatirkan dapat menyebabkan sebagian bangunan roboh.

Informasi mengenai kondisi rumah tersebut disampaikan warga kepada Sri Laelasari. Menindaklanjuti laporan itu, legislator Partai Gerindra tersebut bergerak memberikan bantuan dan berkomitmen mengawal proses perbaikan rumah korban melalui program Rutilahu.

“Begitu menerima laporan dari masyarakat, saya langsung berupaya membantu. Selain memberikan bantuan, saya juga akan mengawal agar rumah Ibu Utin bisa mendapatkan penanganan melalui program Rutilahu sehingga beliau dapat kembali tinggal dengan aman dan nyaman,” ujar Sri Laelasari, kepada RRI Cirebon, pada Kamis 4 Juni 2025

Menurutnya, kehadiran wakil rakyat harus mampu memberikan solusi atas persoalan yang dihadapi masyarakat, terutama ketika tertimpa musibah.

“Ini merupakan bentuk kepedulian dan tanggung jawab kami kepada masyarakat. Semoga bantuan yang diberikan dapat meringankan beban Ibu Utin, dan kami akan terus berkoordinasi dengan pemerintah serta pihak terkait agar proses perbaikan rumahnya dapat segera terealisasi,” katanya.

Sementara itu, Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Kuningan, Indra Bayu Permana, mengapresiasi kepedulian berbagai pihak dalam membantu warga terdampak bencana di Desa Puncak. Menurutnya, kolaborasi antara pemerintah, legislatif dan masyarakat sangat penting dalam mempercepat penanganan pasca bencana.

“Kami mengapresiasi adanya perhatian dan bantuan dari berbagai pihak, termasuk dari anggota DPRD Kabupaten Kuningan. Penanganan pascabencana memang memerlukan kolaborasi agar kebutuhan warga terdampak dapat segera terpenuhi,” ucap Indra Bayu Permana.

Ia menjelaskan, berdasarkan hasil asesmen BPBD, kebutuhan paling mendesak bagi korban adalah material bangunan untuk memperbaiki bagian rumah yang rusak akibat longsor.

“BPBD terus berkoordinasi dengan pemerintah desa dan instansi terkait. Kami berharap upaya perbaikan rumah korban dapat segera terealisasi sehingga tidak membahayakan keselamatan penghuni,” ujarnya.

Indra juga mengimbau masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana hidrometeorologi, terutama bagi warga yang tinggal di kawasan rawan longsor.

“Kami mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi tanah longsor, khususnya saat terjadi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat. Apabila terdapat tanda-tanda pergerakan tanah atau kerusakan bangunan, segera laporkan kepada aparat setempat atau BPBD agar dapat segera ditangani,” katanya.

Sebelumnya, bencana tanah longsor yang terjadi di Dusun Mulya Asih I, Desa Puncak, Kecamatan Cigugur menyebabkan bagian dapur dan kamar mandi rumah milik Utin ambruk. Kerusakan tersebut kemudian meluas hingga menimbulkan retakan pada sejumlah bagian rumah lainnya yang dikhawatirkan dapat memicu robohnya sebagian bangunan apabila tidak segera dilakukan penanganan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....