Hipertensi Dominasi Kunjungan di Puskesmas Sanggau Paska Libur Iduladha

  • 29 Mei 2026 21:59 WIB
  •  Entikong

RRI.CO.ID, Entikong – Penyakit hipertensi masih mendominasi kunjungan pasien di Puskesmas Sanggau usai libur Iduladha dan long weekend. Kepala Puskesmas Sanggau, dr. Yuliana Yuli Exlasia mengatakan, pola hidup kurang aktif selama masa libur menjadi salah satu faktor meningkatnya kasus tekanan darah tinggi.

“Pada minggu ini memang penyakit hipertensi atau darah tinggi ini masih memuncaki penyakit nomor satu kunjungan pasien,” kata dr. Yuli di Puskesmas Sanggau, Jumat 29 Mei 2026.

Ia menyampaikan, berdasarkan data rekam medis elektronik, terdapat tiga penyakit yang paling banyak dikeluhkan masyarakat setelah libur panjang. Selain hipertensi, gangguan penglihatan atau kelainan refraksi serta penyakit gigi juga masuk dalam daftar penyakit terbanyak.

“Ada tiga penyakit terbesar, yang pertama itu hipertensi, yang kedua ini kelainan refraksi atau gangguan penglihatan pada mata ya, kemudian penyakit pada gigi,” ungkapnya.

Menurutnya, meningkatnya kasus hipertensi dipengaruhi perubahan pola hidup masyarakat yang cenderung kurang bergerak saat masa libur. Kondisi tersebut dapat memicu tekanan darah meningkat apabila tidak diimbangi aktivitas fisik yang cukup.

“Kalau banyaknya hipertensi ini, ya tentunya karena memang gaya hidup kita yang yang cenderung sudah berubah ya, jadi lebih malas bergerak. Nah, apalagi pada saat libur ini kan kita sudah capek bekerja, inginnya istirahat,” ucapnya.

Ia menjelaskan, pengendalian hipertensi tidak hanya bergantung pada konsumsi obat, tetapi juga pola hidup sehat. Ia menilai, aktivitas fisik rutin penting untuk membantu menjaga tekanan darah tetap stabil.

“Makanya pada saat libur tentunya kita harus tetap aktif bergerak, supaya hipertensi salah satu mengontrolnya kan dengan aktif bergerak,” jelasnya.

Selain itu, Ia juga meminta masyarakat yang memiliki riwayat hipertensi diimbau memastikan persediaan obat tetap tersedia sebelum memasuki masa libur panjang. Hal ini penting untuk mencegah pasien terputus konsumsi obat saat pelayanan rawat jalan tutup.

“Jadi, saya sarankan sebelum liburan warga lebih baik jika obatnya habis segera untuk kontrol, agar pada saat libur obat sudah tersedia di rumah,” tuturnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....