Asisten I Samarinda Dorong CSR Perusahaan Bantu Pendidikan Sekolah

  • 22 Mei 2026 14:55 WIB
  •  Samarinda

RRI.CO.ID, Samarinda- Pemerintah Kota Samarinda mendorong keterlibatan dunia usaha melalui program Corporate Social Responsibility atau CSR untuk membantu peningkatan kualitas pendidikan, khususnya pemenuhan sarana dan prasarana sekolah di Kota Tepian.

Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Kota Sam⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠arinda, Eko Suprayetno mengatakan pembangunan pendidikan tidak dapat sepenuhnya bergantung pada kemampuan anggaran pemerintah daerah. Menurutnya, keterlibatan perusahaan menjadi salah satu solusi mempercepat pemerataan fasilitas pendidikan.

Hal itu disampaikan Eko saat menghadiri kegiatan Launching Karya dan Berbagi Praktik Baik Pendidikan dalam rangka Hari Kebangkitan Nasional 2026 di Aula Lantai 4 Disdikbud Samarinda, Jum'at 22 Mei 2026.

Dalam sambutannya, Eko mengungkapkan masih banyak sekolah di Samarinda yang menghadapi keterbatasan fasilitas pendidikan, termasuk di tingkat PAUD. Padahal perkembangan teknologi menuntut sekolah memiliki sarana pembelajaran yang lebih modern dan adaptif.

“Sarana dan prasarana pendidikan sampai hari ini masih banyak menyisakan permasalahan, termasuk di PAUD itu sendiri,” ujarnya.

Menurutnya, kebutuhan fasilitas pendidikan saat ini tidak hanya ruang belajar, tetapi juga alat peraga dan sarana teknologi yang mampu mendukung proses belajar sesuai perkembangan zaman.

Ia menilai pemerintah daerah tidak mungkin bekerja sendiri memenuhi seluruh kebutuhan tersebut, terutama di tengah kondisi efisiensi anggaran dan keterbatasan keuangan daerah.

Karena itu, Eko mendorong perusahaan-perusahaan besar di Samarinda mulai mengambil peran lebih aktif membantu dunia pendidikan melalui program CSR yang lebih terarah dan berkelanjutan.

“Kita di sini banyak perusahaan besar. Kalau perusahaan-perusahaan itu berkomitmen membantu pendidikan, misalnya satu perusahaan membantu satu kelas, insyaallah banyak kebutuhan sekolah bisa terpenuhi tanpa membebani APBD,” katanya.

Ia mencontohkan beberapa fasilitas pendidikan modern seperti papan tulis interaktif hingga sarana penunjang pembelajaran digital yang dinilai masih belum merata di sekolah-sekolah Samarinda.

Menurutnya, penguatan fasilitas pendidikan menjadi bagian penting dalam menciptakan kualitas sumber daya manusia yang mampu bersaing menghadapi perkembangan teknologi dan tantangan IKN.

Eko juga menyoroti pentingnya sinergi antara pemerintah, dunia usaha dan masyarakat dalam membangun pendidikan. Ia menilai pendidikan merupakan tanggung jawab bersama, bukan hanya pemerintah daerah semata.

“Harapan kita tidak semuanya bersumber dari kemampuan keuangan daerah, namun juga semangat dari masyarakat dan dunia usaha untuk memberikan kontribusi terhadap kualitas pendidikan di Kota Samarinda,” ucapnya.

Selain CSR perusahaan, Pemerintah Kota Samarinda juga ingin menghidupkan kembali gerakan orang tua asuh bagi siswa kurang mampu agar akses pendidikan lebih merata.

Menurut Eko, semangat Hari Kebangkitan Nasional tahun ini harus dimaknai sebagai momentum bersama membangun pendidikan yang lebih maju dan berdaya saing melalui kolaborasi berbagai pihak.

“Kontribusi terhadap pendidikan tidak harus selalu besar, tetapi bagaimana semua pihak punya kepedulian terhadap masa depan anak-anak kita,” katanya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....