Harga Sapi Kurban Presiden di Samarinda Capai Rp111 Juta
- 21 Mei 2026 18:39 WIB
- Samarinda
RRI.CO.ID, Samarinda- Sapi kurban bantuan Presiden Republik Indonesia untuk Kota Samarinda pada Iduladha 2026 menjadi perhatian masyarakat lantaran nilai jualnya mencapai sekitar Rp111 juta. Hewan kurban jenis limosin dengan bobot hampir satu ton itu berasal dari peternak lokal Samarinda.
Sapi bernama Milyar tersebut dijadwalkan disembelih di Masjid Raya Darussalam saat Hari Raya Iduladha 2026. Bobot sapi tercatat mencapai 975 kilogram.
Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Samarinda, Maskuri, mengatakan sapi bantuan Presiden dipilih melalui proses seleksi ketat sebelum ditetapkan sebagai hewan kurban kepala negara.
Dalam keterangannya mengatakan, terdapat sejumlah aspek yang menjadi perhatian dalam proses penentuan sapi kurban Presiden. Mulai dari kondisi fisik, kesehatan, hingga asal-usul hewan menjadi syarat utama dalam seleksi.
“Ada sejumlah aspek yang menjadi perhatian dalam proses penentuan sapi kurban, mulai dari kondisi fisik, kesehatan, hingga asal-usul hewan,” ujarnya, saat dikonfirmasi rri.co.id Kamis 21 Mei 2026.
Maskuri menjelaskan, sapi kurban Presiden dipilih dari kategori sapi eksotik yang memiliki postur besar dengan pola perawatan khusus dibanding sapi pada umumnya. Pemerintah daerah hanya mengusulkan hewan yang memenuhi syarat kepada pihak kepresidenan.
Ia menambahkan, proses negosiasi dan penawaran harga dilakukan langsung oleh tim dari Presiden kepada peternak setelah sapi dinyatakan memenuhi kriteria.
Sapi Milyar diketahui berasal dari pemasok Sapi Sutha Samarinda yang berada di Jalan Wahid Hasyim, tepatnya di depan Kantor Pos Sempaja. Selain memiliki bobot besar, faktor kesehatan hewan juga menjadi pertimbangan utama dalam proses seleksi.
Pemeriksaan kesehatan dilakukan untuk memastikan sapi bebas dari penyakit dan layak dijadikan hewan kurban Presiden RI pada Iduladha tahun ini.
“Pemilihan sapi dilakukan berdasarkan bobot, harga yang ditawarkan, tracking asal-usul sapi, hingga kondisi kesehatannya,” katanya, mengakhiri.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....