Kepala SPPG Kaliwates 3 Minta Maaf atas Insiden Dugaan Keracunan MBG

  • 21 Mei 2026 16:20 WIB
  •  Jember

RRI.CO.ID, Jember - Kepala SPPG Kaliwates Kaliwates 3, Ahmad Farid Anam, menyampaikan permintaan maaf atas dugaan keracunan makanan MBG, yang menimpa siswa TK di wilayah Kaliwates.

“Sebelumnya mohon maaf yang sebesar-besarnya atas kejadian yang kita juga tidak menginginkan untuk terjadi bagi semuanya,” ujarnya, pada Kamis (21/5/2026).

Farid mengatakan pihak SPPG langsung bergerak cepat setelah menerima laporan siswa mengalami mual dan muntah usai menyantap makanan MBG.

Menurutnya, tim SPPG langsung dibagi untuk melakukan pendampingan terhadap siswa yang terdampak, termasuk membawa korban ke rumah sakit maupun puskesmas.

“Ada yang kita kirim ke RS Kaliwates dan Puskesmas Jember Kidul. Alhamdulillah sudah ditangani oleh dokter dan perawat, mereka semuanya tidak ada yang rawat inap,” katanya.

Ia menyebut sebagian besar siswa hanya menjalani rawat jalan dan kondisinya kini mulai membaik.

“Maghribnya kita belikan makan, alhamdulillah sudah bisa makan. Terus semuanya sudah bisa makan enak,” ujarnya.

Ia menambahkan, hingga Kamis pagi ini sejumlah orang tua siswa juga telah mengabarkan kondisi anak mereka semakin membaik.

“Malah tadi pagi mengonfirmasi semuanya sudah enak, makan enak, BAB juga lancar,” katanya.

Farid berharap seluruh siswa yang terdampak segera pulih dan dapat kembali beraktivitas seperti biasa.

“Insyaallah hari ini kita doakan bersama siswa-siswa yang terdampak semoga lekas sembuh dan bisa segera pulang,” tambahnya.

Farid juga memastikan biaya pengobatan korban yang tidak memiliki BPJS ditanggung oleh pihak SPPG sebagai bentuk tanggung jawab.

“Yang tidak ada BPJS, kita cover. Sehingga sudah selesai, kita selesaikan administrasi sebagai bentuk pertanggungjawaban dari mitra,” tambahnya.

Selain melakukan pendampingan korban, pihak SPPG juga mengaku masih melakukan investigasi internal untuk mengetahui penyebab pasti kejadian tersebut sambil menunggu hasil pemeriksaan laboratorium.

Menurut Farid, tim dari Labkesda maupun kepolisian juga telah mengambil sampel makanan untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....