Dugaan Keracunan MBG, Operasional SPPG Kaliwates 3 Dihentikan

  • 21 Mei 2026 16:16 WIB
  •  Jember

RRI.CO.ID, Jember - SPPG Kaliwates 3 di Jember menghentikan sementara operasional distribusi makanan program Makan Bergizi Gratis (MBG) usai dugaan keracunan yang menimpa sejumlah siswa TK.

Kepala SPPG Kaliwates Kaliwates 3, Ahmad Farid Anam, mengatakan dapur MBG tersebut saat ini telah disuspend sementara oleh Badan Gizi Nasional (BGN).

“Hari ini kita tidak beroperasi dan tidak melakukan distribusi. Kita sementara sudah disuspend,” ujarnya, Kamis (21/5/2026).

Menurut Farid, penghentian sementara operasional dilakukan sambil menunggu hasil pemeriksaan laboratorium terkait dugaan penyebab keracunan.

“Suspennya masih belum ada konfirmasi sampai kapan. Kita masih menunggu hasil lab,” katanya.

Ia menegaskan keputusan terkait kelanjutan operasional dapur sepenuhnya menjadi kewenangan BGN.

Farid menjelaskan, distribusi makanan saat insiden keracunan itu terjadi. Untuk siswa porsi kecil dilakukan sejak pukul 07.30 WIB, karena siswa pulang lebih awal.

Ia mengatakan sebelum didistribusikan, makanan telah menjalani pengecekan organoleptik oleh dirinya bersama ahli gizi.

“Sudah kita cek uji organoleptik oleh saya sendiri dan ahli gizi,” ujarnya.

Menurut Farid, saat itu terdapat dua jenis menu berbeda untuk siswa porsi besar dan porsi kecil.

Untuk porsi besar, siswa mendapatkan ayam suwir bumbu merah, sedangkan porsi kecil menggunakan ayam suwir bumbu kuning.

Selain itu, menu juga dilengkapi tahu krispi, timun, dan buah jeruk. “Yang terdampak ini di porsi kecil,” katanya.

Sementara siswa penerima porsi besar di dua sekolah lain disebut tidak mengalami keluhan kesehatan. Hingga saat ini penyebab pasti kejadian masih belum dapat dipastikan.

“Kalau dari dugaan sementara, saya masih belum bisa menjawab. Karena yang bisa menjawab hanya dari lab,” ujarnya.

Menurut Farid, tim dari Labkesda maupun kepolisian telah mengambil sampel makanan untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.

Ia meminta semua pihak tidak terburu-buru menyimpulkan penyebab kejadian sebelum hasil laboratorium keluar.

“Saya sarankan nunggu hasil saja. Takutnya ada fitnah di sini juga,” katanya.

Farid mengaku pihaknya juga masih melakukan investigasi internal untuk menelusuri kemungkinan penyebab kejadian tersebut.

Ia menyebut terdapat kondisi berbeda di lapangan karena tidak semua siswa yang mengonsumsi menu yang sama mengalami keluhan kesehatan.

Farid juga menyampaikan permintaan maaf atas dugaan keracunan makanan MBG yang menimpa siswa TK di wilayah Kaliwates.

“Saya selaku Kepala SPPG Kaliwates Kaliwates 3 mohon maaf sebesar-besarnya atas kejadian hari ini dan kemarin,” ujarnya.

SPPG Kaliwates 3 sendiri diketahui melayani distribusi makanan MBG ke 15 sekolah dengan total sekitar 2.250 porsi setiap hari.

Menurut Farid, berbagai catatan dari Satgas MBG, Badan Gizi Nasional (BGN), dan pihak terkait akan menjadi bahan evaluasi internal.

Pihaknya akan memperbaiki seluruh aspek yang menjadi koreksi dalam operasional dapur MBG. Ia berharap kejadian serupa tidak kembali terulang di masa mendatang.

“Ke depan harapannya kita dari SPPG pastinya lebih disiplin lagi. Semuanya terkait apapun koreksi, akan menjadi evaluasi bagi kami. Tapi untuk ke depannya semoga tidak terjadi lagi,” kata dia.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....