Relawan Literasi Ende Ajak Anak Muda Bijak Gunakan Media Sosial
- 21 Mei 2026 16:46 WIB
- Ende
.RRI.CO.ID, Ende — Rendahnya minat baca di kalangan generasi muda di Kabupaten Ende menjadi perhatian serius para pegiat literasi. Di tengah tingginya penggunaan media sosial dan perkembangan teknologi digital, penguatan literasi digital dinilai menjadi langkah penting untuk membangun budaya membaca di era modern.
Founder Rumah Baca Mustika, Iin Herlina Dewi, yang baru dilantik sebagai Relawan Literasi Masyarakat Kabupaten Ende Tahun 2026 mengatakan, teknologi digital sebenarnya membuka peluang besar bagi generasi muda untuk mengakses informasi dan pengetahuan secara lebih luas. Namun, penggunaan gawai yang tidak terarah justru membuat anak muda lebih banyak menghabiskan waktu untuk hiburan dibanding membaca.
Hal tersebut disampaikannya saat diwawancarai dalam program “Kita Indonesia” RRI Ende , Kamis 21 Mei 2026. Menurutnya, media sosial dapat menjadi sarana edukasi apabila dimanfaatkan secara bijak dan produktif.
“Anak muda sekarang sangat dekat dengan teknologi dan media sosial. Ini sebenarnya peluang besar untuk membangun budaya literasi digital. Tetapi kalau tidak diarahkan dengan baik, mereka lebih banyak menghabiskan waktu untuk hiburan dibanding membaca atau mencari informasi yang bermanfaat,” ujarnya.
Ia menjelaskan, literasi digital bukan hanya kemampuan menggunakan teknologi, tetapi juga kemampuan memahami, memilah, serta menggunakan informasi secara cerdas dan bertanggung jawab. Karena itu, penguatan literasi perlu melibatkan keluarga, sekolah, komunitas, dan pemerintah daerah agar tercipta ekosistem literasi yang sehat.
Menurutnya, rendahnya minat baca di kalangan generasi muda juga dipengaruhi masih terbatasnya akses terhadap bahan bacaan yang menarik serta minimnya ruang literasi yang ramah anak dan remaja. Kehadiran rumah baca dan komunitas literasi dinilai mampu menjadi ruang alternatif untuk menumbuhkan kebiasaan membaca sejak dini.
Melalui Rumah Baca Mustika, pihaknya berupaya menghadirkan ruang belajar yang nyaman dan menyenangkan bagi anak-anak maupun remaja di Kabupaten Ende. Berbagai kegiatan kreatif dilakukan agar literasi lebih dekat dengan kehidupan sehari-hari generasi muda.
“Literasi tidak harus selalu identik dengan hal yang kaku, tetapi bisa dibangun lewat kegiatan kreatif dan pendekatan yang dekat dengan keseharian mereka,” katanya.
Ia juga mengajak generasi muda memanfaatkan media sosial sebagai sarana belajar dan pengembangan diri. Menurutnya, platform digital dapat digunakan untuk menyebarkan informasi positif, mempromosikan budaya membaca, hingga berbagi pengetahuan yang bermanfaat bagi masyarakat luas.
Sebagai Relawan Literasi Masyarakat Kabupaten Ende yang baru dilantik, Iin berkomitmen memperkuat kolaborasi dengan berbagai pihak untuk meningkatkan kesadaran literasi, khususnya di kalangan anak muda.
Ia berharap gerakan literasi tidak berhenti pada kegiatan seremonial semata, tetapi menjadi gerakan bersama dalam membentuk generasi muda yang kritis, kreatif, dan mampu bersaing di era digital.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....