KPPN Sanggau Dorong Pelayanan Publik Lebih Cepat dan Transparan

  • 21 Mei 2026 13:09 WIB
  •  Entikong

RRI.CO.ID, Entikong - Transformasi digital dinilai semakin mempercepat pelayanan publik serta meningkatkan transparansi birokrasi pemerintahan di daerah. Perubahan sistem kerja tersebut mendorong aparatur sipil negara mampu memberikan layanan lebih efektif kepada masyarakat luas.

Kepala Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara (KPPN) Sanggau Epsilon Noviastuti, mengatakan digitalisasi pelayanan keuangan negara telah diterapkan bertahap melalui berbagai aplikasi terintegrasi. Sistem tersebut mempermudah proses administrasi sekaligus mempercepat penyaluran layanan kepada satuan kerja pemerintah daerah maupun vertikal.

“Digitalisasi sekarang bukan lagi pilihan, melainkan kebutuhan supaya pelayanan publik berjalan lebih efektif dan transparan. Sistem terintegrasi juga membuat proses administrasi menjadi lebih cepat serta memudahkan pemantauan setiap tahapan pekerjaan,” kata Noviastuti dalam Program Sanggau Menyapa Pro 1 RRI Sanggau, Kamis 21 Mei 2026.

Ia menjelaskan KPPN Sanggau saat ini memanfaatkan aplikasi digital untuk pengelolaan surat, pembayaran, serta pendampingan satuan kerja. Penggunaan sistem tersebut dinilai mampu mengurangi penggunaan kertas sekaligus meningkatkan efisiensi waktu pelayanan administrasi.

“Kalau dahulu proses administrasi membutuhkan waktu panjang karena masih manual, sekarang penyelesaian pembayaran dapat dilakukan lebih cepat. Pemanfaatan aplikasi digital juga membantu pegawai bekerja lebih efektif tanpa harus menumpuk dokumen fisik,” katanya.

Menurutnya, transformasi digital yang dilakukan KPPN, turut membantu satuan kerja di wilayah Sanggau, Sekadau, dan Landak mengakses pelayanan lebih mudah. Pendampingan rutin tetap dilakukan agar seluruh operator mampu memahami perubahan sistem kerja berbasis aplikasi pemerintahan.

“Transformasi digital pemerintahan perlu didukung kemampuan sumber daya manusia agar pelayanan publik berjalan lebih optimal. Pendampingan dan pembelajaran rutin menjadi bagian penting menghadapi perubahan sistem kerja berbasis teknologi,” jelasnya.

Noviastuti berharap seluruh instansi pemerintahan terus meningkatkan kompetensi digital pegawai agar pelayanan publik semakin responsif terhadap perkembangan teknologi. Kolaborasi serta kemauan belajar menjadi kunci menghadapi tantangan transformasi digital pemerintahan modern.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....