Pekarangan Belum Menjadi Gaya Hidup
- 18 Mei 2026 20:24 WIB
- Entikong
RRI.CO.ID, Entikong – Pemanfaatan pekarangan rumah sebagai sarana pertanian keluarga dinilai masih belum menjadi gaya hidup masyarakat di Kabupaten Sanggau secara luas dan berkelanjutan. Padahal, pekarangan memiliki potensi besar untuk mendukung ketahanan pangan sekaligus menciptakan lingkungan yang lebih hijau, produktif, dan bernilai ekonomis bagi masyarakat.
Kepala Bidang Penyuluhan Dinas Ketahanan Pangan Tanaman Pangan Hortikultura dan Perikanan (DKPTHP) Kabupaten Sanggau, Minarman Minok, mengatakan salah satu kendala utama adalah rendahnya pemanfaatan pupuk organik di lingkungan masyarakat hingga saat ini. Menurutnya, banyak bahan baku pupuk organik yang sebenarnya mudah ditemukan di sekitar rumah dan lingkungan tempat tinggal masyarakat.
“Pemanfaatan pupuk organik di Kabupaten Sanggau masih belum maksimal meskipun bahan bakunya melimpah, mulai dari limbah rumah tangga hingga sisa perkebunan sawit yang berpotensi menjadi pupuk murah dan ramah lingkungan,” kata Minarman dalam dialog Sanggau Menyapa RRI Entikong Senin 18 Mei 2026.
Menurutnya, sebagian masyarakat masih bergantung pada pupuk kimia untuk kebutuhan tanaman pekarangan maupun pertanian skala kecil dalam kehidupan sehari-hari. Kondisi tersebut menyebabkan potensi limbah organik yang tersedia belum dimanfaatkan secara optimal untuk mendukung kegiatan bercocok tanam di rumah secara berkelanjutan.
Ia menjelaskan limbah rumah tangga maupun sisa perkebunan sawit memiliki potensi besar untuk diolah menjadi pupuk kompos yang bermanfaat dan bernilai guna tinggi. Selain membantu mengurangi biaya pertanian, penggunaan pupuk organik juga dinilai lebih ramah terhadap lingkungan serta mampu menjaga kesuburan tanah dalam jangka panjang.
Minarman menambahkan edukasi dan pendampingan kepada masyarakat perlu terus dilakukan secara berkesinambungan agar pemanfaatan pekarangan dapat berkembang menjadi kebiasaan sehari-hari. Dengan pemahaman yang baik dan dukungan yang tepat, masyarakat diharapkan lebih aktif memanfaatkan lahan pekarangan untuk menanam kebutuhan pangan keluarga.
“Melalui peningkatan edukasi dan pemahaman masyarakat terkait pengelolaan pupuk organik, limbah yang tersedia diharapkan dapat dimanfaatkan secara optimal untuk mendukung pertanian berkelanjutan serta mengurangi pencemaran lingkungan,” katanya.
Minarman berharap masyarakat mulai melihat pekarangan rumah sebagai peluang untuk menciptakan lingkungan yang produktif, sehat, dan bernilai ekonomi bagi keluarga. Dengan demikian, pemanfaatan pekarangan dapat menjadi gaya hidup yang mendukung ketahanan pangan sekaligus menjaga kelestarian lingkungan secara berkelanjutan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....