Disdikbud Kaltara Buka SPMB Online, 17-25 Juni
- 17 Mei 2026 15:42 WIB
- Tarakan
RRI.CO.ID, Tarakan - Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kalimantan Utara (Kaltara) memastikan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) jenjang SMA/SMK tahun ajaran 2026/2027 akan berjalan transparan dan berbasis aplikasi.
Pelaksana Tugas (Plt) Disdikbud Kaltara, Hasanuddin membeberkan pendaftaran SPMB dibuka 17-25 Juni 2026 melalui sistem online untuk menghindari praktik calo dan cepat-cepatan.
"Perlu saya sampaikan bahwa pendaftaran SPMB itu bukan pendaftaran cepat-cepatan. Ada anak begadang sampai tengah malam dan tidak tidur, besok tidur, pusing," tegas Hasanuddin saat menghadiri reses anggota DPRD Kaltara, Supa'ad Hadianto di salah satu cafe di Tarakan, Minggu (17/5/2026).
Ada pun mekanisme SPMB menggunakan 4 jalur, tidak berubah dari tahun sebelumnya. Yaitu afirmasi, prestasi, mutasi dan domisili.
Pendaftaran untuk jalur afirmasi, prestasi, dan mutasi dibuka mulai 17 Juni 2026 pukul 00.01 WITA dan ditutup 20 Juni 2026 pukul 12.00 WITA. Sedangkan jalur domisili baru dibuka pada 21 Juni 2026 pukul 00.01 WITA.
Pembagian ini dilakukan agar siswa punya kesempatan mencoba jalur yang diinginkan terlebih dahulu.
"Semua siswa kami berikan keleluasaan untuk mendapatkan sekolah yang dia inginkan," tutur Hasan -sapaan akrabnya.
Ada pun dasar hukum pelaksanaan SPMB mengacu pada Permendikdasmen Nomor 3 Tahun 2025, Kepmendikdasmen Nomor 14 Tahun 2026 dan Surat Edaran Dirjen Dikdasmen No. 0301/CH/HK.04.01/2026. Turunannya adalah Keputusan Gubernur Kaltara Nomoe 100.3.1.97.2026 yang menjadi acuan teknis.
Hasan menegaskan tidak bisa menambah kuota di luar ketentuan. "Apapun bentuknya, rombel sudah diatur, kami tak mungkin menambah siswa dalam rombel itu. Karena ada konsekuensi yang kami hadapi apabila kami melanggar ketentuan aturan itu," tegas Hasan.
Untuk mencegah kecurangan, ia memastikan telah memperkuat sistem aplikasi SPMB. Tim teknis akan memverifikasi data yang diunggah, seperti kartu keluarga (KK), akta lahir, dan NISN. Tahun lalu, pihaknya menemukan kasus KK ganda dan data tidak sesuai.
"Apabila data A, B, C tidak sesuai maka dia pasti ditolak. Pasti ditolak," tegasnya.
Masyarakat juga diminta memantau melalui web yang akan dibuka awal Juni untuk uji coba. Contoh Kuota SMA Negeri 1 Tarakan menerima 12 rombel dengan 432 siswa. Rinciannya: 130 siswa jalur domisili, 130 afirmasi, 151 prestasi, dan 21 mutasi.
Jika kuota jalur afirmasi, prestasi, atau mutasi tidak terpenuhi, sisa kursi akan dilimpahkan ke jalur domisili.
"Jadi tidak ada yang tersisa. Tidak ada untuk jatah siapa-siapa. Tidak ada. Kita pindahkan semua ke domisili," ujar Hasan.
Ia juga menegaskan penentuan kelulusan pada jalur domisili mengutamakan jarak, kemudian nilai dan usia tertua, jika nilai dan jarak sama.
Pihaknya akan melakukan uji coba aplikasi dijadwalkan awal Juni 2026. Orang tua dan sekolah diminta mencoba dan menyampaikan kendala agar sistem bisa diperbaiki sebelum pendaftaran resmi dibuka.
Hasan berharap orang tua mendampingi anak saat mendaftar dan tidak mudah percaya isu "katanya".
"Yang penting jangan katanya. Itu susah. Katanya. Kami tidak bingung kayak tahun kemarin," pungkas Hasan. (Rajab)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....