Samarinda Edukasi Warga Soal Rabies dan Penyembelihan Kurban

  • 15 Mei 2026 18:01 WIB
  •  Samarinda

RRI.CO.ID, Samarinda - Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Samarinda mulai menggencarkan edukasi mengenai bahaya rabies dan tata cara penyembelihan hewan kurban menjelang Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah/2026 Masehi. Edukasi tersebut menyasar sekolah hingga lingkungan masyarakat guna meningkatkan pemahaman tentang kesehatan hewan dan keamanan pangan.

Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan DKPP Samarinda, Maskuri, mengatakan pelajar sekolah dasar menjadi salah satu sasaran utama kegiatan edukasi karena anak-anak dinilai paling sering berinteraksi langsung dengan hewan peliharaan, khususnya kucing dan anjing.

“Anak-anak biasanya sangat suka bermain dengan kucing tanpa memahami risiko penyakitnya,” ujarnya saat dikonfirmasi, Jumat 15 Mei 2026.

Menurutnya, edukasi dilakukan bersama komunitas pecinta hewan untuk memberikan pemahaman kepada anak-anak mengenai cara memperlakukan hewan peliharaan secara benar dan aman. Hal tersebut penting agar interaksi antara manusia dan hewan tidak menimbulkan risiko penularan penyakit.

Maskuri menjelaskan masih banyak anak-anak yang terbiasa memeluk, mencium, hingga tidur bersama hewan peliharaan tanpa mengetahui potensi penularan penyakit zoonosis, yakni penyakit yang dapat menular dari hewan ke manusia.

“Kadang karena terlalu sayang, justru caranya salah dan berisiko bagi kesehatan,” katanya.

Ia menambahkan, pemahaman sejak usia dini dinilai penting untuk membangun kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga kesehatan hewan sekaligus kebersihan lingkungan. Selain rabies, edukasi juga mencakup pentingnya vaksinasi hewan peliharaan dan menjaga kebersihan kandang maupun area bermain hewan.

Menjelang Iduladha, DKPP Samarinda juga meningkatkan penyuluhan mengenai tata cara penyembelihan hewan kurban yang sesuai syariat sekaligus memperhatikan prinsip kesejahteraan hewan atau animal welfare.

Maskuri menegaskan proses penyembelihan hewan kurban tidak hanya harus memenuhi aspek halal dan sehat, tetapi juga dilakukan secara ihsan agar hewan tidak mengalami rasa sakit maupun stres berlebihan sebelum disembelih.

“Pisau harus tajam dan penyembelihan tidak boleh dilakukan berulang-ulang karena itu menyakiti hewan,” ujarnya.

Ia juga mengingatkan masyarakat agar tidak melakukan tindakan yang dapat memicu stres pada hewan kurban, seperti mengasah pisau di depan hewan, menarik hewan secara kasar, maupun menggunakan pengeras suara terlalu dekat dengan lokasi penyembelihan.

Menurutnya, kebiasaan-kebiasaan tersebut masih sering ditemukan di lapangan dan perlu terus diedukasi kepada masyarakat agar proses penyembelihan berlangsung lebih baik dan manusiawi.

“Kalau hewan sudah stres, itu juga bisa memengaruhi kualitas daging yang dihasilkan,” ucapnya.

Selain untuk menjaga kualitas daging kurban, penerapan prinsip kesejahteraan hewan juga dinilai penting untuk meningkatkan kesadaran masyarakat bahwa hewan harus diperlakukan dengan baik sejak sebelum proses penyembelihan dilakukan.

DKPP Samarinda berencana terus memperluas edukasi melalui sekolah, masjid, panitia kurban, hingga kelompok masyarakat menjelang pelaksanaan Iduladha agar pemahaman terkait kesehatan hewan dan keamanan pangan semakin meningkat di tengah masyarakat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....