Cepat Melapor, Warga Samarinda Bantu Cegah Penularan Rabies

  • 15 Mei 2026 17:29 WIB
  •  Samarinda

RRI.CO.ID, Samarinda – Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Samarinda menilai kesadaran masyarakat dalam melaporkan kasus gigitan maupun cakaran hewan menjadi faktor penting dalam menekan penyebaran rabies di wilayah tersebut. Hingga saat ini, Samarinda tercatat belum pernah memiliki kasus rabies pada manusia.

Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan DKPP Samarinda, Maskuri, mengatakan sepanjang 2025 hanya ditemukan satu kasus rabies pada hewan di kawasan Samarinda Ilir. Kasus tersebut terjadi pada seekor kucing yang sempat menggigit warga sebelum akhirnya mati dan diperiksa petugas kesehatan hewan.

“Alhamdulillah sampai sekarang belum pernah ada kasus rabies pada manusia di Samarinda,” ujarnya, saat dikonfirmasi Jumat 15 Mei 2026.

Menurutnya, penanganannya cepat dapat dilakukan karena masyarakat segera melapor ke fasilitas kesehatan setelah mengalami gigitan maupun cakaran hewan. Kesadaran tersebut dinilai membantu petugas melakukan langkah pencegahan lebih awal agar potensi penularan rabies dapat dikendalikan.

“Di Samarinda dicakar saja masyarakat langsung melapor ke puskesmas. Itu sebenarnya bagus,” katanya.

Meski kasus rabies tergolong rendah, DKPP menilai pemahaman masyarakat mengenai perilaku hewan dan cara berinteraksi yang aman dengan hewan peliharaan masih perlu ditingkatkan. Banyak kasus gigitan maupun cakaran terjadi karena manusia tanpa sadar memancing reaksi agresif hewan.

Maskuri menjelaskan hewan cenderung lebih sensitif ketika sedang makan, menjaga anak, atau berada dalam kondisi terancam. Selain itu, masyarakat juga diimbau tidak memisahkan hewan yang sedang berkelahi menggunakan tangan kosong karena berisiko menimbulkan luka.

“Kadang hewannya lagi makan atau sedang bersama anaknya malah diganggu. Itu yang membuat hewan jadi agresif,” ucapnya.

DKPP juga menyoroti meningkatnya kasus hewan peliharaan yang dibuang pemiliknya ke jalanan setelah merasa bosan memelihara. Kondisi tersebut dinilai berpotensi meningkatkan penyebaran penyakit karena hewan yang sebelumnya dirawat dengan baik menjadi rentan sakit ketika hidup liar.

Menurut Maskuri, hewan terlantar juga lebih sulit dipantau kesehatannya dan berpotensi menjadi sumber penularan penyakit zoonosis apabila tidak ditangani dengan baik.

Sebagai langkah pencegahan jangka panjang, DKPP mulai menggencarkan edukasi rabies ke sekolah-sekolah dengan melibatkan komunitas pecinta hewan di Samarinda. Edukasi diberikan untuk menanamkan pemahaman kepada anak-anak mengenai cara memperlakukan hewan dengan aman sekaligus membangun kepedulian terhadap kesehatan hewan.

“Anak-anak perlu diberi pemahaman sejak dini tentang cara menyayangi hewan dengan benar dan aman,” katanya mengakhiri.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....