BPBD Samarinda Pastikan Tumpahan CPO di Wahid Hasyim Tidak Cemari Sungai
- 15 Mei 2026 09:27 WIB
- Samarinda
RRI.CO.ID, Samarinda - Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kota Samarinda, Suwarso, menanggapi peristiwa tumpahan minyak kelapa sawit mentah atau crude palm oil (CPO) yang terjadi di Jalan Wahid Hasyim II. Tumpahan tersebut sempat membuat aliran drainase hingga ke kawasan Wahid Hasyim I berubah warna menjadi oranye.
Perubahan warna air itu memicu perhatian masyarakat karena aliran drainase bermuara langsung ke Sungai Karang Mumus (SKM). Lokasi muara berada di sekitar kawasan GOR Madya Sempaja yang menjadi salah satu jalur aliran air penting di Kota Samarinda.
Dari informasi yang dihimpun, tumpahan minyak berasal dari truk tangki pengangkut CPO yang mengalami kecelakaan dan terguling di Jalan Wahid Hasyim II. Minyak yang keluar dari tangki kemudian masuk ke saluran drainase dan terbawa arus hingga ke aliran sungai.
Suwarso mengatakan pihaknya bergerak cepat setelah menerima laporan dari media dan masyarakat terkait kondisi tersebut. Tim pengendali lingkungan dari bidang pencemaran langsung diterjunkan ke lokasi pada keesokan harinya untuk melakukan pengecekan.
“Informasi itu cepat disampaikan kepada kami. Sehingga di keesokan paginya kami tim pengendali lingkungan dari bidang pencemaran langsung menuju lokasi baik di titik lokasi kecelakaan maupun lokasi aliran air,” kata Suwarso, Rabu 13 Mei 2026.
Menurut hasil pemeriksaan sementara, minyak CPO yang terbawa arus sudah bercampur dengan air sungai sehingga tidak menimbulkan indikasi pencemaran berat. Tim juga melakukan pemantauan terhadap kondisi habitat di sekitar aliran Sungai Karang Mumus.
Suwarso menjelaskan tidak ditemukan ikan mati di sejumlah titik yang diperiksa petugas, termasuk di kawasan Sembada dekat Hotel Atlet dan PDAM Posko 2. "Kondisi tersebut menjadi salah satu indikator bahwa dampak tumpahan terhadap ekosistem sungai masih dalam batas terkendali," ucap Suwarso.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....