Dinkes Manggarai Barat Perketat Standar Keamanan Pangan di SPPG Wae Kelambu
- 14 Mei 2026 16:30 WIB
- Ende
RRI.CO.ID, Manggarai Barat – Dinas Kesehatan Kabupaten Manggarai Barat memperketat pengawasan serta standar operasional di Satuan Pelayanan Pemakanan Gizi (SPPG) Wae Kelambu guna mencegah risiko kontaminasi dan keracunan dalam pelaksanaan program nasional Makan Bergizi Gratis (MBG).
Kepala Dinas Kesehatan Manggarai Barat, Theresia P. Asmon, dalam dialog bersama RRI Labuan Bajo menyampaikan bahwa keamanan pangan menjadi prioritas utama dalam operasional SPPG sebagai bentuk perlindungan terhadap penerima manfaat program.
“Tujuan utamanya adalah perlindungan. Kita mencegah jangan sampai ada bahaya-bahaya keracunan makanan. Ini adalah bentuk akuntabilitas pelayanan program prioritas nasional,” ujarnya, Kamis 14 Mei 2026.
| Baca juga: 10 Anak di NTT Terpapar Radikalisme Digital |
Sebagai langkah konkret, Dinas Kesehatan Manggarai Barat memberikan pelatihan khusus kepada 48 penjamah makanan dengan menerapkan sistem Hazard Analysis and Critical Control Points (HACCP) untuk mengidentifikasi serta mengendalikan potensi bahaya pada seluruh tahapan produksi makanan.
Beberapa protokol yang diterapkan di SPPG Wae Kelambu antara lain pemisahan ketat antara bahan mentah dan matang, termasuk pemisahan bahan hewani dan nabati guna mencegah kontaminasi silang.
Selain itu, seluruh proses pengolahan makanan diwajibkan menggunakan peralatan berstandar food grade, sementara petugas harus mengenakan alat pelindung diri (APD) lengkap selama bekerja.
Pihaknya juga mewajibkan pemeriksaan laboratorium secara berkala terhadap sampel makanan dan kualitas air untuk memastikan keamanan konsumsi. Pelatihan tersebut sekaligus menjadi dasar pemenuhan sertifikasi laik higiene sanitasi sebagai syarat operasional resmi.
Lebih lanjut, menurut Theresia, SPPG harus dipandang sebagai instalasi pengolahan pangan berskala besar yang menerapkan standar industri, bukan sekadar dapur biasa.
“Pengawasan rutin akan terus kami lakukan agar setiap makanan yang disajikan kepada siswa benar-benar steril, bergizi, dan aman,” katanya.
Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat optimistis penguatan pengawasan kesehatan ini dapat mendukung keberhasilan program Makan Bergizi Gratis sekaligus menciptakan generasi yang lebih sehat dan terlindungi dari risiko gangguan keamanan pangan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....