Tur Literasi Siswa Sikka Perluas Jaringan Akses Pembelajaran
- 09 Mei 2026 16:32 WIB
- Ende
RRI.CO.ID, Sikka – Tur literasi dan sains yang diikuti siswa SDK Maris Stella Nangarasong, Kecamatan Magepanda, menjadi ruang belajar alternatif yang mempertemukan peserta didik dengan berbagai sumber pengetahuan publik. Kegiatan tersebut diterima langsung Wakil Bupati Sikka, Simon Subandi Supriadi, dalam sesi dialog di ruang kerjanya, Rabu 6 Mei 2026.
Program yang digagas bersama Dinas Kearsipan dan Perpustakaan (Disarpus) Sikka itu melibatkan siswa, guru, pengelola perpustakaan sekolah, serta perangkat daerah terkait. Kegiatan dirancang untuk menghubungkan pembelajaran di ruang kelas dengan pengalaman nyata di lapangan.
Dalam dialog bersama para siswa, Simon menekankan bahwa literasi tidak hanya dimaknai sebagai kemampuan membaca buku. Menurutnya, literasi juga berkaitan dengan kemampuan memahami informasi serta berpikir kritis menghadapi perkembangan zaman.
“Literasi bukan hanya tentang membaca buku, tetapi juga bagaimana memahami informasi dan mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman,” kata Simon. Ia menilai pembelajaran berbasis kunjungan lapangan penting untuk memperkuat fondasi literasi sejak usia sekolah dasar.
Menurut Simon, pengenalan terhadap lembaga publik dan fasilitas pendidikan dapat membantu siswa memahami fungsi ruang pelayanan masyarakat. Cara tersebut dinilai efektif untuk membangun rasa ingin tahu sekaligus memperluas wawasan peserta didik.
Rangkaian tur literasi mencakup kunjungan ke Gramedia Maumere, DPRD Kabupaten Sikka, Kantor Bupati Sikka, dan Perpustakaan Umum Daerah Frans Seda. Di setiap lokasi, siswa mendapat penjelasan mengenai dunia perbukuan, tugas lembaga legislatif, hingga layanan perpustakaan sebagai pusat literasi masyarakat.
Kepala Disarpus Sikka, Very Awales, mengatakan pendekatan pembelajaran langsung dipilih untuk meningkatkan minat baca siswa. Selain itu, kegiatan juga diarahkan agar anak-anak lebih akrab dengan berbagai sumber belajar di lingkungan sekitar.
“Kegiatan ini diharapkan dapat menumbuhkan minat baca, rasa ingin tahu, serta kecintaan terhadap ilmu pengetahuan,” ujar Very. Ia menambahkan, penguatan budaya literasi membutuhkan keterlibatan sekolah, keluarga, dan pemerintah daerah secara bersama-sama.
Pelibatan sekolah dan perangkat daerah dalam program tersebut menjadi bagian dari upaya membangun ekosistem literasi di tingkat lokal. Fokus utama program diarahkan pada pembiasaan belajar aktif dan kontekstual bagi siswa sekolah dasar.
Di tengah tantangan literasi nasional, pendekatan berbasis pengalaman langsung dinilai mampu meningkatkan keterlibatan siswa dalam proses belajar. Tur literasi dan sains itu kini menjadi salah satu model penguatan pembelajaran berbasis pengalaman yang terus dikembangkan di Kabupaten Sikka.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....