Perbedaan Pola Cuaca pada Peralihan Musim
- 07 Mei 2026 01:11 WIB
- Cirebon
RRI.CO.ID, Cirebon – Perbedaan kondisi geografis turut memengaruhi pola cuaca di wilayah Ciayumajakuning. Wilayah pesisir dan pegunungan memiliki karakteristik musim yang berbeda.
Prakirawan BMKG Kertajati, Dyan Anggraini, menyebutkan bahwa awal musim kemarau tidak terjadi secara bersamaan. Setiap wilayah memiliki waktu yang berbeda dalam memasuki musim tersebut.
“Secara umum akan dimulai pada pertengahan Mei awal musim kemaraunya,” ujarnya pada Selasa, 5 Mei 2026. Namun, terdapat perbedaan antarwilayah yang cukup signifikan.
Wilayah utara seperti Cirebon dan Indramayu cenderung lebih cepat memasuki musim kemarau. Hal ini dipengaruhi oleh kondisi geografis yang lebih rendah dan dekat dengan laut.
“Biasanya yang terjadi musim kemarau duluan di wilayah utara seperti Cirebon dan Indramayu,” katanya. Sementara itu, wilayah lain membutuhkan waktu lebih lama.
Wilayah pegunungan seperti Kuningan menjadi daerah terakhir yang memasuki musim kemarau. Faktor ketinggian dan kondisi topografi memengaruhi pola tersebut.
“Yang terakhir belakangan itu di wilayah Kuningan paling lama untuk masuk musim kemaraunya,” katanya. Hal ini menyebabkan potensi hujan masih tinggi di wilayah tersebut.
Perbedaan ini berdampak pada aktivitas masyarakat. Terutama pada sektor pertanian yang sangat bergantung pada kondisi cuaca.
Petani di wilayah selatan perlu lebih waspada terhadap hujan yang masih terjadi. Sementara di wilayah utara, persiapan menghadapi kekeringan mulai dilakukan.
Pihaknya mengimbau masyarakat memahami karakteristik cuaca di wilayah masing-masing. Hal ini penting untuk mengurangi risiko akibat perubahan cuaca.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....