Desa Kawunghilir Perkuat Antisipasi Karhutla Hadapi Kemarau 2026

  • 04 Jul 2026 14:13 WIB
  •  Cirebon

RRI.CO.ID, CirebonPemerintah Desa Kawunghilir, Kecamatan Cigasong, Kabupaten Majalengka, meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) selama musim kemarau 2026. Langkah tersebut dilakukan menyusul prediksi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) yang menyebut puncak musim kemarau berlangsung pada Juli hingga Desember 2026.

Kepala Desa Kawunghilir Kecamatan Cigasong Kabupaten Majalengka, Yosa Novita, mengatakan pemerintah desa telah mengumpulkan warga untuk memberikan sosialisasi mengenai antisipasi kemarau panjang. Edukasi juga diberikan kepada para petani agar menyesuaikan pola tanam dengan kondisi cuaca yang diperkirakan lebih kering.

"Kami sudah mengumpulkan warga untuk mengantisipasi kemarau panjang, baik terkait pengairan sawah maupun kebun. Petani juga kami arahkan menanam jagung karena tidak membutuhkan air sebanyak tanaman lainnya," kata Yosa kepada RRI Jumat, 3 Juli 2026.

Selain sektor pertanian, pemerintah desa juga mengimbau masyarakat untuk menjaga kawasan hutan dan tidak melakukan tindakan yang dapat memicu kebakaran. Warga diminta lebih waspada terhadap potensi api, terutama di wilayah yang memiliki vegetasi kering.

Menurut Yosa, salah satu titik yang paling rawan terjadi kebakaran berada di kawasan Pamujaan yang didominasi tegalan dan rumpun bambu. Kondisi sisa penebangan bambu yang tidak dirapikan dinilai dapat meningkatkan risiko kebakaran, terlebih jika terdapat sumber api seperti puntung rokok.

"Di daerah Pamujaan ini pernah terjadi kebakaran akibat bambu-bambu kering. Karena itu kami mengajak warga merapikan sisa penebangan bambu dan melakukan penanaman kembali agar kawasan tetap terjaga," ujarnya.

Untuk memperkuat kesiapsiagaan, pemerintah desa bersama perangkat desa rutin meninjau langsung lokasi-lokasi yang berpotensi terjadi kebakaran. Pengecekan sumber air, penyediaan karung berisi pasir, serta pemanfaatan jaringan PDAM desa juga disiapkan sebagai langkah awal apabila terjadi kebakaran.

Yosa menambahkan, upaya pencegahan tersebut didukung partisipasi aktif masyarakat melalui kegiatan gotong royong dan penyuluhan yang dilakukan secara berkala. Pemerintah desa berharap kesiapsiagaan bersama ini dapat meminimalkan risiko karhutla selama musim kemarau 2026.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....