PPU Matangkan Kesiapan Hadapi Lomba Desa dan TTG 2026

  • 05 Mei 2026 10:14 WIB
  •  Samarinda

RRI.CO.ID, Penajam Paser Utara – Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) mendorong kesiapan menyeluruh desa dan kelurahan dalam menghadapi Lomba Desa, Lomba Kelurahan, serta Lomba Teknologi Tepat Guna (TTG) Tahun 2026. Upaya ini dinilai penting untuk mempertahankan capaian prestasi sekaligus memperkuat daya saing pembangunan berbasis desa.

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) PPU, Tita Deritayati, dalam kegiatan sosialisasi mekanisme lomba di Aula Lantai III Kantor Bupati PPU, Senin 3 Mei 2026, menegaskan bahwa seluruh unsur harus mempersiapkan diri secara maksimal. Sosialisasi tersebut diikuti camat, lurah, dan kepala desa dengan materi teknis pelaksanaan, indikator penilaian, hingga jadwal kegiatan.

Dalam sambutannya mengatakan, capaian PPU pada tahun sebelumnya menjadi modal penting untuk menghadapi kompetisi tahun ini. Kabupaten PPU berhasil meraih juara II Lomba Desa tingkat Provinsi Kalimantan Timur melalui Desa Sidoarjo, serta mencatatkan prestasi pada kategori teknologi tepat guna, “Selain itu, kita juga berhasil meraih juara I Teknologi Tepat Guna tingkat provinsi, juara II inovasi teknologi tepat guna, serta penghargaan stan terbaik. Ini membuktikan PPU mampu bersaing dengan daerah lain,” ujarnya.

Ia menilai, keberhasilan tersebut harus diikuti dengan peningkatan kualitas persiapan karena tantangan kompetisi semakin ketat. Penilaian tidak hanya bertumpu pada administrasi, tetapi juga pada kemampuan aparatur desa dalam menyampaikan inovasi, termasuk aspek wawancara dan pemaparan program unggulan di hadapan tim penilai.

Lebih lanjut ia menjelaskan, aspek pengelolaan lingkungan seperti pengolahan sampah menjadi salah satu indikator penting dalam penilaian. Keterlibatan Tim Penggerak PKK juga dinilai berkontribusi signifikan dalam mendukung kesiapan desa, terutama dalam pemberdayaan masyarakat dan penguatan program berbasis keluarga.

Tita juga menekankan pentingnya selektivitas camat dalam menentukan desa perwakilan. Setiap kecamatan diminta mengusulkan satu desa terbaik yang benar-benar siap, baik dari sisi inovasi, potensi unggulan, maupun penerapan teknologi tepat guna, “Setiap kecamatan nantinya menunjuk satu desa untuk mengikuti lomba. Dari situ akan diseleksi kembali untuk mewakili PPU di tingkat provinsi,” katanya.

Selain sebagai ajang kompetisi, lomba desa dinilai memiliki nilai strategis dalam mendorong promosi produk unggulan desa. Produk-produk lokal diharapkan tidak hanya dikenal di tingkat regional, tetapi juga mampu menembus pasar modern dan swalayan melalui peningkatan kualitas dan standar produksi.

Dalam sosialisasi tersebut, peserta juga menerima penjelasan terkait sistem penilaian Lomba Desa 2026 yang berbasis capaian dua tahun terakhir, yakni 2024 hingga 2025. Penilaian mencakup status perkembangan desa, kelengkapan dokumen perencanaan seperti RPJMDes, RKPDes, serta APBDes, hingga validasi data melalui aplikasi pemerintah desa yang terintegrasi dengan kecamatan dan kabupaten.

Ia menegaskan, lomba desa bukan sekadar kompetisi tahunan, melainkan instrumen evaluasi dan apresiasi atas kinerja pemerintahan desa. Melalui mekanisme ini, pemerintah daerah dapat memetakan perkembangan desa sekaligus mendorong inovasi yang berkelanjutan, “Melalui kegiatan ini, kita ingin mendorong desa semakin maju, mandiri, dan mampu menunjukkan potensi terbaiknya,” ucapnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....