Transformasi Pertanian Tradisional ke Modern di Kabupaten Ende Terus Digenjot
- 05 Mei 2026 06:46 WIB
- Ende
Poin Utama
- “Kami berharap ke depan pertanian di Kabupaten Ende bisa lebih maju, mandiri, dan mampu bersaing, baik di tingkat regional maupun nasional,” ujarnya.
- Pemerintah Kabupaten Ende terus mendorong transformasi sektor pertanian dari sistem tradisional menuju pertanian modern guna meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan petani.
- Menurut Gadir Dean, perubahan pola bertani menjadi kebutuhan mendesak di tengah tantangan perubahan iklim, keterbatasan lahan, serta tuntutan pasar yang semakin kompetitif.
RRI.CO.ID,Ende – Pemerintah Kabupaten Ende terus mendorong transformasi sektor pertanian dari sistem tradisional menuju pertanian modern guna meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan petani. Hal tersebut disampaikan Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Ende, H. Gadir Dean, dalam wawancara,Selasa,05 Mei 2026, terkait upaya pengembangan pertanian di daerah tersebut.
Menurut Gadir Dean, perubahan pola bertani menjadi kebutuhan mendesak di tengah tantangan perubahan iklim, keterbatasan lahan, serta tuntutan pasar yang semakin kompetitif. “Selama ini sebagian besar petani kita masih menggunakan cara-cara tradisional. Ke depan, kita dorong penggunaan teknologi pertanian yang lebih modern agar hasil produksi bisa meningkat dan lebih efisien,” ujarnya.
Ia menjelaskan, transformasi ini tidak hanya mencakup penggunaan alat dan mesin pertanian (alsintan), tetapi juga penerapan sistem pertanian berbasis data, penggunaan bibit unggul, hingga pengelolaan irigasi yang lebih baik. Pemerintah daerah, kata dia, telah menyalurkan berbagai bantuan alsintan kepada kelompok tani sebagai langkah awal modernisasi.
Selain itu, Dinas Pertanian juga активно melakukan pelatihan dan pendampingan kepada petani. Tujuannya agar petani tidak hanya menerima bantuan, tetapi juga mampu mengoperasikan serta merawat teknologi yang diberikan. “Kita ingin petani kita tidak hanya sebagai pengguna, tetapi juga memahami manfaat teknologi dalam meningkatkan hasil pertanian,” katanya.
Gadir Dean menambahkan, digitalisasi sektor pertanian juga mulai diperkenalkan, termasuk akses informasi pasar dan cuaca melalui platform berbasis teknologi. Hal ini diharapkan dapat membantu petani dalam menentukan waktu tanam dan strategi pemasaran hasil panen.
Meski demikian, ia mengakui bahwa proses transformasi ini menghadapi sejumlah tantangan, seperti keterbatasan sumber daya manusia dan adaptasi petani terhadap teknologi baru. Oleh karena itu, pendekatan persuasif dan berkelanjutan terus dilakukan agar petani постепенно terbiasa dengan sistem modern.
Pemerintah Kabupaten Ende optimistis, dengan sinergi antara pemerintah, petani, dan stakeholder terkait, transformasi pertanian ini akan berjalan efektif dan memberikan dampak nyata bagi peningkatan ekonomi masyarakat.
“Kami berharap ke depan pertanian di Kabupaten Ende bisa lebih maju, mandiri, dan mampu bersaing, baik di tingkat regional maupun nasional,” ujarnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....