Dompu Usulkan Dua Lokasi Pembangunan Sekolah Rakyat

  • 29 Apr 2026 14:27 WIB
  •  Mataram

RRI.CO.ID, Dompu - Pemerintah Kabupaten Dompu, Nusa Tenggara Barat, mengusulkan dua lokasi untuk pembangunan Sekolah Rakyat sebagai bagian dari upaya memutus rantai kemiskinan ekstrem di daerah tersebut. Dua lokasi yang diusulkan masing-masing berada di Kecamatan Woja dan Kecamatan Manggelewa.

Program Sekolah Rakyat ini merupakan program strategis nasional yang menyasar masyarakat kurang mampu agar mendapatkan akses pendidikan yang layak melalui sistem terintegrasi dengan asrama dan fasilitas pendukung lainnya.

Kepala Dinas Sosial Kabupaten Dompu, Yani Hartono, mengatakan, untuk lokasi di Kecamatan Manggelewa, lahan yang diusulkan merupakan aset milik Pemerintah Kabupaten Dompu yang berada di Desa Nusa Jaya.

“Sedangkan untuk di Kecamatan Woja, menggunakan lahan milik Pemerintah Provinsi NTB yang sebelumnya dimanfaatkan sebagai demplot pertanian,” ujarnya, Rabu, 29 April 2026.

Ia menambahkan, khusus untuk lokasi di Kecamatan Woja, pihak pemerintah provinsi telah memberikan persetujuan. Bahkan, pada waktu yang sama, pemerintah provinsi juga turut mengusulkan lokasi tersebut kepada pemerintah pusat.

Berkas pengusulan kedua lokasi tersebut telah disampaikan langsung oleh Bupati Dompu, Bambang Firdaus, dan saat ini tinggal menunggu kedatangan tim dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) untuk melakukan survei lapangan.

Menurut Yani, kedua lokasi yang diusulkan telah memenuhi persyaratan teknis, terutama dari sisi luas lahan.

“Syarat minimal luas lahan untuk pembangunan Sekolah Rakyat adalah 5 hektare, sementara dua lokasi yang kita siapkan masing-masing mencapai sekitar 8 hektare,” jelasnya.

Sekolah Rakyat (SR) yang digagas Kementerian Sosial RI merupakan program pendidikan berasrama gratis bagi anak-anak dari keluarga miskin dan rentan, mulai jenjang SD hingga SMA.

Program ini bertujuan memutus rantai kemiskinan antargenerasi melalui penyediaan pendidikan formal yang berkualitas, pembentukan karakter, serta penguatan keterampilan hidup. Konsep Sekolah Rakyat mengusung sistem boarding school di bawah naungan Kementerian Sosial.

Dalam pelaksanaannya, sekolah ini menggunakan kurikulum nasional dengan pendekatan multi entry multi exit serta academic mapping untuk menyesuaikan kemampuan siswa. Selain itu, pendidikan juga difokuskan pada pembentukan karakter, nasionalisme, kepemimpinan, serta keterampilan hidup.

Fasilitas yang disediakan pun lengkap, mulai dari asrama putra-putri terpisah, ruang kelas modern, laboratorium, perpustakaan, hingga sarana olahraga. Kebutuhan makan, tempat tinggal, dan layanan kesehatan seluruhnya ditanggung oleh negara.

Adapun sasaran peserta didik adalah anak-anak dari keluarga miskin ekstrem yang terdata dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) serta hasil survei lapangan. Program ini juga menjamin pemenuhan gizi siswa serta didukung tenaga pengajar yang berkualitas.

Pemerintah Kabupaten Dompu menilai program ini sangat penting dan mendesak, mengingat masih tingginya angka kemiskinan ekstrem di wilayah tersebut. Dengan adanya Sekolah Rakyat, diharapkan anak-anak dari keluarga kurang mampu dapat memperoleh kesempatan pendidikan yang setara.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....