Siaga Kemarau Panjang, BPBD Banyuwangi Bentuk Satgas
- 27 Apr 2026 10:18 WIB
- Jember
RRI.CO.ID, Banyuwangi – Pemerintah Kabupaten Banyuwangi meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi kemarau panjang akibat fenomena El Nino yang diperkirakan memicu cuaca panas ekstrem tahun ini. Badan Penanggulangan Bencana Daerah Banyuwangi menyiapkan Satuan Tugas (Satgas) khusus yang siap diterjunkan sewaktu-waktu.
Kepala Pelaksana BPBD Banyuwangi, Partana, mengatakan langkah tersebut merupakan tindak lanjut imbauan dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika terkait potensi kemarau panjang secara nasional.
“Langkah ini sebagai bentuk kesiapsiagaan. Kami berharap dampaknya tidak terlalu besar, tetapi mitigasi tetap harus disiapkan sejak dini,” ujar Partana, Senin (27/4/2026).
Ia menjelaskan, strategi yang disiapkan meliputi mitigasi potensi kekeringan serta ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Satgas akan melibatkan berbagai pihak, mulai dari OPD Pemkab Banyuwangi, TNI-Polri, BMKG, Basarnas, pengelola kawasan konservasi, hingga masyarakat.
“Saat ini statusnya masih kesiapsiagaan. Jika sewaktu-waktu dibutuhkan, tim sudah siap,” tegasnya.
BPBD juga telah memetakan 11 kecamatan dengan tingkat kerawanan kekeringan tinggi, yakni Wongsorejo, Tegaldlimo, Singojuruh, Blimbingsari, Kabat, Gambiran, Purwoharjo, Siliragung, Muncar, Bangorejo, dan Pesanggaran.
Sementara itu, wilayah dengan kerawanan sedang meliputi Glagah, Kalipuro, Giri, dan Cluring. Adapun 10 kecamatan lainnya seperti Banyuwangi, Rogojampi, Tegalsari, Srono, Songgon, Glenmore, Genteng, Licin, Kalibaru, dan Sempu masuk kategori kerawanan rendah.
“Selain pemetaan air bersih, kami juga memberi perhatian pada potensi kebakaran hutan dan lahan di kawasan hutan produksi maupun taman nasional,” tambah Partana.
Koordinasi lintas sektor telah dilakukan hingga tingkat provinsi agar setiap instansi dapat menjalankan mitigasi sesuai tugas dan fungsi masing-masing, khususnya dalam menjaga ketersediaan air.
Berdasarkan prediksi BMKG, kemarau tahun ini diperkirakan mulai sejak awal April dan mencapai puncaknya pada Agustus hingga September.
Meski bersiap menghadapi kemarau, BPBD tetap mewaspadai potensi bencana hidrometeorologi lain seperti banjir dan angin kencang. Hal ini menyusul hujan intensitas tinggi yang masih terjadi dalam beberapa hari terakhir di sejumlah wilayah Banyuwangi.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....