PPU Hadapi Tantangan Fiskal dalam Pelaksanaan Otonomi Daerah
- 27 Apr 2026 10:16 WIB
- Samarinda
RRI.CO.ID, PPU - Bupati Penajam Paser Utara (PPU), Mudyat Noor, menegaskan pelaksanaan otonomi daerah di wilayahnya masih menghadapi sejumlah tantangan mendasar, terutama keterbatasan kapasitas fiskal, ketergantungan terhadap transfer dari pemerintah pusat, serta belum optimalnya pengelolaan potensi daerah.
Hal tersebut disampaikan usai memimpin Apel Peringatan Hari Otonomi Daerah (Otda) ke-30 di Kabupaten PPU, Senin 27 April 2026.
“Masih ada ketergantungan fiskal dan belum maksimalnya pemanfaatan potensi lokal. Ini menjadi pekerjaan rumah bersama agar otonomi benar-benar menghadirkan kemandirian dan kesejahteraan masyarakat,” ujar Mudyat Noor.
Ia menekankan, otonomi daerah tidak boleh hanya dipahami sebagai kewenangan administratif, tetapi harus menjadi instrumen untuk mendorong kemandirian daerah. Menurutnya, tanpa inovasi dan pembenahan tata kelola, otonomi berisiko hanya menjadi rutinitas birokrasi tanpa dampak nyata bagi masyarakat.
Tahun ini, peringatan Hari Otda mengangkat tema “Dengan Otonomi Daerah Kita Wujudkan Asta Cita”, yang menekankan pentingnya kemandirian daerah dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Dalam amanat Menteri Dalam Negeri yang dibacakan Bupati, otonomi daerah disebut sebagai instrumen penting untuk mempercepat pemerataan pembangunan, memperkuat pelayanan publik, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
“Otonomi daerah adalah instrumen dalam mempercepat pemerataan pembangunan, memperkuat pelayanan publik, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ujarnya saat membecakan amanat tersebut.
Mudyat juga menegaskan, pemerintah daerah harus berperan aktif sebagai mitra strategis dalam merancang program yang sesuai dengan potensi lokal, bukan sekadar pelaksana kebijakan pusat.
Selain itu, ia mengingatkan pentingnya efisiensi anggaran. Sesuai arahan pemerintah pusat, peringatan Hari Otda ke-30 di PPU dilaksanakan secara sederhana dan bermakna, dengan fokus pada manfaat nyata bagi pelayanan publik.
“Setiap penggunaan anggaran harus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat dan menghindari pemborosan,” ucapnya.
Apel peringatan tersebut dihadiri Wakil Bupati PPU Abdul Waris Muin, Sekretaris Daerah Tohar, para asisten, serta ratusan ASN di lingkungan Pemerintah Kabupaten PPU.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....