Wabup Aceh Barat Tutup Pelatihan Gasing, Dorong Mutu Pendidikan
- 23 Apr 2026 12:20 WIB
- Meulaboh
RRI.CO.ID, Meulaboh – Wakil Bupati Aceh Barat, Said Fadheil, menutup kegiatan pelatihan pandai berhitung metode Gasing pada Rabu, 22 April 2026 di Aula BKPSDM Gedung C. Kegiatan ini digelar untuk meningkatkan kualitas pendidikan melalui metode pembelajaran yang mudah dan menyenangkan bagi peserta didik.
Penutupan pelatihan berlangsung dengan dihadiri berbagai pihak terkait. Kegiatan ini merupakan bagian dari program prioritas pemerintah daerah di sektor pendidikan.
Dalam sambutannya, Said Fadheil menegaskan pentingnya pelatihan tersebut. Ia menyebut metode Gasing menjadi salah satu upaya strategis dalam meningkatkan kualitas pembelajaran.
“Pelatihan Gasing merupakan salah satu program prioritas dalam meningkatkan kualitas pendidikan di daerah,” ujar Said. Ia menekankan perlunya komitmen bersama untuk mewujudkannya.
Said juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat dalam penyelenggaraan kegiatan. Dukungan lintas sektor dinilai menjadi kunci keberhasilan program tersebut.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada MPD, Gasing Institut, serta seluruh instansi yang telah mendukung kegiatan ini,” katanya. Ia berharap kerja sama ini terus berlanjut.
Menurutnya, pelatihan ini tidak hanya berfokus pada kemampuan akademik. Penguatan karakter peserta juga menjadi bagian penting dalam kegiatan tersebut.
“Pendidikan berkualitas harus melahirkan generasi yang cerdas dan berakhlak mulia,” ujarnya. Ia menilai pembiasaan positif selama pelatihan menjadi nilai tambah.
| Baca juga: DWP Aceh Barat Gelar Giat Literasi |
Said menambahkan bahwa kegiatan ini juga diisi dengan aktivitas keagamaan dan pembentukan karakter. Hal tersebut mencakup disiplin ibadah dan kegiatan pembelajaran lainnya.
“Kegiatan seperti shalat berjamaah dan kajian menjadi bagian penting dalam pelatihan ini,” katanya. Ia menyebut hal ini sebagai upaya membangun karakter siswa.
Selain itu, kegiatan juga diakhiri dengan penanaman pohon sebagai simbol kepedulian lingkungan. Langkah ini diharapkan dapat menanamkan kesadaran sejak dini kepada peserta.
“Kami ingin menanamkan kecintaan terhadap lingkungan melalui aksi nyata,” ujarnya. Ia menilai pendidikan harus mencakup aspek lingkungan hidup.
Di akhir kegiatan, Said berpesan kepada peserta untuk menyebarluaskan ilmu yang diperoleh. Ia berharap ilmu tersebut tidak berhenti pada individu semata.
“Ilmu yang didapat harus dibagikan kepada guru dan siswa lainnya,” katanya. Ia menekankan pentingnya kolaborasi dalam dunia pendidikan.
Said optimistis dengan sinergi yang kuat, pendidikan di Aceh Barat akan semakin maju. Hal ini diharapkan mampu menciptakan sumber daya manusia yang berkualitas.
“Dengan komitmen bersama, kita dapat meningkatkan kemajuan pendidikan daerah,” tutupnya. Ia berharap program serupa terus berlanjut di masa mendatang.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....