Erupsi Ili Lewotolok, Warga Diminta Waspada
- 23 Apr 2026 11:07 WIB
- Ende
Poin Utama
- Gunung Ili Lewotolok erupsi pada Kamis, 23 April 2026 pukul 02.09 WITA.
- Tinggi kolom letusan mencapai ±300 meter di atas puncak dengan abu berwarna kelabu.
- Arah sebaran abu mengarah ke barat daya dan barat dengan intensitas sedang hingga tebal.
- Aktivitas erupsi terekam di seismograf dengan amplitudo 6 mm dan durasi 42 detik.
- Masyarakat dilarang beraktivitas dalam radius 2 km dari pusat erupsi.
RRI.CO.ID, Lembata – Gunung Ili Lewotolok kembali mengalami erupsi pada Kamis 23April 2026, sekitar pukul 02.09 WITA. Tinggi kolom letusan teramati sekitar 300 meter di atas puncak atau sekitar 1.723 meter di atas permukaan laut.
Pengamat gunung api, Yohanes Kolli Sorywutun, dalam rilisnya menjelaskan kolom abu berwarna kelabu dengan intensitas sedang hingga tebal mengarah ke barat daya dan barat. Aktivitas erupsi juga terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 6 mm dan durasi sekitar 42 detik.
“Terjadi erupsi Gunung Ili Lewotolok pada pukul 02.09 WITA dengan tinggi kolom letusan sekitar 300 meter di atas puncak. Kolom abu berwarna kelabu dengan intensitas sedang hingga tebal mengarah ke barat daya dan barat,” ujar Yohanes.
Ia menambahkan, berdasarkan hasil pemantauan, aktivitas kegempaan menunjukkan adanya energi letusan yang masih perlu diwaspadai masyarakat di sekitar gunung. Seiring dengan aktivitas tersebut, masyarakat di sekitar gunung maupun pengunjung diimbau untuk tidak memasuki dan tidak melakukan aktivitas dalam radius 2 kilometer dari pusat erupsi.
“Rekomendasinya, masyarakat dan wisatawan agar tidak memasuki wilayah radius 2 kilometer dari pusat aktivitas gunung,” ucapnya. Selain itu, masyarakat diminta mewaspadai potensi bahaya guguran lava dan awan panas, terutama pada sektor selatan, tenggara, barat, serta timur laut.
Warga juga diimbau menggunakan masker pelindung untuk menghindari dampak abu vulkanik terhadap kesehatan, seperti gangguan pernapasan atau Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA), serta melindungi sumber air bersih dari paparan abu. “Masyarakat di sekitar gunung diimbau menggunakan masker serta melindungi mata dan kulit, juga menutup tempat penampungan air agar tidak terpapar abu vulkanik,” katanya menambahkan.
Pemerintah daerah bersama masyarakat diminta terus berkoordinasi dengan Pos Pengamatan Gunung Ili Lewotolok , serta Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi untuk memperoleh informasi terkini terkait perkembangan aktivitas gunung. Informasi lanjutan juga dapat diakses melalui aplikasi Magma Indonesia maupun kanal resmi Badan Geologi.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....