Faktor Kendaraan dan Human Error Jadi Penyebab Kecelakaan di Penyeladi Tinggi

  • 07 Apr 2026 10:31 WIB
  •  Entikong

RRI.CO.ID, Entikong - Kasus kecelakaan lalu lintas yang terjadi di Desa Penyeladi, Kabupaten Sanggau, sepanjang tahun 2026 menunjukkan angka kejadian yang cukup tinggi. Data dari Satlantas Polres Sanggau, menunjukkan bahwa frekuensi kejadian yang cukup tinggi, disebabkan oleh berbagai macam faktor penyebab, mulai dari kondisi kendaraan hingga kelalaian pengemudi.

"Terkait kecelakaan lalu lintas yang biasa terjadi di desa Penyeladi, Kecamatan Kapuas, Kabupaten Sanggau, itu tahun 2026 ini kemungkinan sudah lebih dari delapan kali," kata KBO Satlantas Polres Sanggau, Iptu Sukadi dalam Dialog Sanggau Menyapa RRI Sanggau, Selasa 7 April 2026.

Menurutnya, berdasarkan laporan yang diterbitkan oleh pihaknya, bahwa sepanjang tahun 2026 sudah ada sebanyak delapan kali kecelakaan lalu lintas yang terjadi di desa Penyeladi, Kecamatan Kapuas, Kabupaten Sanggau. Namun, untuk jenis kecelakaan lalu lintas yang menyebabkan korban jiwa, disampaikannya ada satu kecelakaan, yakni terjadi baru-baru ini yang melibatkan bus Djawatan Angkutan Motor Republik Indonesia (DAMRI) jurusan Sintang-Pontianak.

Ia menjelaskan, kecelakaan lalu lintas yang terjadi di desa Penyeladi bentuknya tidak selalu tabrakan yang melibatkan dua kendaraan atau lebih, namun juga ada beberapa yang mengalami kecelakaan tunggal. Faktor yang menjadi penyebab sering terjadinya kecelakaan lalu lintas di ruas jalan desa Penyeladi, disampaikannya adalah karena faktor kendaraan dan kecelakaan yang disebabkan oleh kelalaian pengemudi pada saat mengendarai kendaraan.

"Yang sering terjadi bukan hanya kendaraan bertabrakan saja, tapi juga ada kecelakaan lalu lintas tunggal dan faktornya itu lima puluh persen adalah karena faktor kendaraan dan human error," ujarnya.

Menurut Sukadi, struktur jalan yang menghubungakan ruas jalan antara Kabupaten Sekadau dan desa Penyeladi yang menurun serta curam, menurut Sukardi bisa membuat pengendara yang sudah berkendara lebih dari tiga jam menjadi terlena dan kehilangan fokus. Selain itu, tikungan yang cukup tajam setelah turunan, dinilainya juga menjadi salah satu kendala yang dialami oleh para pengendara, mengingat perlu fokus yang baik dalam menghadapi medan jalan yang seperti ini.

"Tanmpak struktur jalan itukan turunan, tikungan, dan ada sungai, jadi kalau pengemudi sudah mengemudikan kendaraan lebih dari tiga jam mungkin akan terlena dengan jalan dengan yang jenisnya seperti itu," tegasnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....