Produksi Padi Sanggau Stabil Hadapi Dampak Eskalasi Global
- 04 Apr 2026 09:51 WIB
- Entikong
RRI.CO.ID, Entikong - Kabupaten Sanggau menunjukkan ketahanan pangan yang relatif stabil di tengah dinamika global. Berdasarkan indikator terbaru, daerah ini masih mampu menjaga ketersediaan pangan lokal meski menghadapi tantangan distribusi.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan Tanaman Pangan Hortikultura dan Perikanan (DKPTPHP) Kabupaten Sanggau, Kubin, menyebutkan bahwa berdasarkan indikator 1 hingga 6, posisi Sanggau berada di peringkat keempat dengan capaian ketahanan pangan lokal di atas 55 persen. Hal ini menjadi sinyal positif bagi sektor pertanian daerah dalam pengembangan sektor pertanian.
“Berdasarkan indikator 1 sampai 6, Kabupaten Sanggau berada di posisi keempat dengan capaian lebih dari 55 persen, ini menunjukkan ketahanan pangan kita masih cukup baik,” kata Kubin dalam Beranda Astacita RRI Sanggau, Sabtu 4 April 2026.
Ia mengungkapkan bahwa pada tahun 2024, Kabupaten Sanggau mengalami defisit pangan selama 1 bulan 22 hari. Namun demikian, kondisi tersebut masih dapat dikendalikan dengan berbagai upaya pemerintah daerah.
Menanggapi dampak eskalasi global, Kubin memastikan bahwa Sanggau tetap dalam kondisi aman pangan. Ia optimistis produksi lokal masih mampu menopang kebutuhan masyarakat di tengah gejolak eksternal.
Pada tahun 2025, dari total 32 ribu hektare lahan yang digarap, produksi diperkirakan mencapai 52 ribu ton. Dengan produktivitas sekitar 2,6 ton per hektare, capaian ini tidak jauh berbeda dibandingkan tahun sebelumnya.
Meski demikian, defisit pangan pada 2025 diperkirakan masih terjadi selama satu bulan. Kubin pun mengajak masyarakat untuk terus semangat dalam bertani demi menjaga ketersediaan pangan daerah.
Sementara itu, Kepala Bulog Sanggau, Kartika, memastikan cadangan beras pemerintah cukup untuk 4 hingga 5 bulan ke depan. Saat ini, stok beras di gudang Bulog Sanggau berkisar antara 700 hingga 800 ton.
“Cadangan beras pemerintah di Sanggau masih aman untuk 4 sampai 5 bulan ke depan. Saat ini stok kita sekitar 700 hingga 800 ton beras,” kata Kartika.
Kartika menyebut, keterlambatan pengiriman beras dari luar daerah disebabkan minimnya kontainer akibat permasalahan global, yakni pasokan beras berasal dari Sulawesi, Yogyakarta, DKI Jakarta, dan Jawa Barat. Saat ini Bulog Sanggau masih menunggu tambahan pasokan sekitar 3.000 ton beras, dan secara nasional, stok pangan Indonesia saat ini berada di kisaran 3 hingga 4 juta ton beras.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....